Tak disangka bibit-bibit depresi yang muncul sejak melahirkan putrinya 5 tahun lalu masih tidak hilang. Betapa pun orang melihatnya sangat bahagia dan memiliki suami yang terus mendukungnya, depresi akut telah membuat Elspeth Susan Thompson nekat mengakhiri hidupnya dengan sangat tragis.
Elspeth yang kelahiran 26 Juni 1961 meninggal di usia 48 tahun pada 25 Maret 2010, adalah penulis yang tulisannya sangat dinanti pembacanya di The Sunday Telegraph.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbulan-bulan setelah kematiannya yang mendadak, misteri penyebab Elspeth bunuh diri akhirnya mulai terungkap. Suaminya Frank Wilson mengungkapkan sang istri memang mengalami depresi akut yang dideritanya sejak melahirkan putri pertama mereka, Mary yang kini usianya 6 tahun.
Depresi yang dialami Elspeth membuatnya selalu berpikir penyakit ini akan berdampak pada hubungannya dengan putrinya. Elspeth selalu merasa dia tidak layak hidup lagi.
Meski masih bisa berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya, menurut Frank, depresi istrinya semakin dalam pada minggu-minggu terakhir hidupnya, tapi dia jarang bicara dengan suaminya.
"Sebagai istri seorang pendeta sebenarnya dia punya pengetahuan luas tentang penyakit mental, dia bahkan mengajarkan kepada saya bahwa kita harus menerima hidup bahkan jika kita tidak mengerti. Aku melakukan yang ia katakan," kata Frank seperti dilansir dari Telegraph, Senin (26/7/2010).
"Saya tidak pernah berpikir ia akan melakukan ini untuk masa depannya, tapi aku harus menerima apa yang dilakukan. Hidup baginya terlalu suram dan ia putus asa untuk melanjutkannya atau mungkin juga obat-obat anti-depresan telah menjadi pemicunya saya tidak tahu," lanjutnya.
Frank sendiri berharap bisa mengetahui apakah obat antidepresan dan pil tidur memberikan kontribusi pada kematiannya.
Ketika pasangan itu menikah tahun 1999, Elspeth mengalami keguguran. Saat itu dia mengatakan, tidak akan bisa memiliki anak. Tapi rupanya jam biologis Elspeth terus berdetak dan keinginan untuk punya anak muncul lagi. Ketika sulit hamil, pasangan itu memilih program bayi tabung dan setelah melakukan beberapa kali akhirnya Elspeth bisa hamil dan melahirkan Mary.
Tapi meskipun berhasil dan populer, hidup Elspeth penuh dengan ketidakamanan. "Hanya orang-orang yang kenal baik yang bisa melihat bahwa di balik kulit luar kemampuan yang dimilikinya, ada kekurangan yang mengerikan tentang kepercayaan diri dan harga dirinya," kata Frank.
Dalam surat yang dibuat sebelum bunuh diri, Elspeth mengatakan setiap bangun tidur dia bisa melihat bakatnya yang luar biasa tapi ketika turun dari tempat tidur perasaan itu hilang. Pada saat-saat terburuknya bahkan keyakinan dirinya hilang sama sekali.
"Saya selalu mengingatkan agar ia tidak perlu khawatir tentang hal-hal yang tampaknya akan menjadi buruk. Ketika mengadakan pesta dia menjadikannya sangat sukses dan dipuji banyak orang, namun setelah itu ia akan khawatir dan selalu bertanya apakah pestanya benar-benar baik dan orang-orang menikmatinya," tutur Frank.
Perasaan-perasaan seperti itu telah membuatnya menjadi orang frustasi. Ketika saat liburan dia terlihat tenang tapi setelah itu jiwanya kembali tertekan.
Dalam salah satu curhatnya, Elspeth selalu mengaku sangat ketakutan tidak akan mampu menjadi ibu yang baik bagi putrinya. Elspeth juga meninggalkan surat buat putrinya untuk dibacanya saat dewasa, dia mengaku sangat mencintai putrinya tapi tidak mampu menjadi ibu yang baik.
Dikutip dari netdoctors, depresi setelah melahirkan umumnya terjadi paling lama 2 tahun. Tapi beberapa orang tidak mampu menghilangkan bibit-bibit depresi itu hingga bertahun-tahun kemudian.
Gejala yang ditunjukkan adalah mood yang berubah sangat cepat dan cenderung selalu merasa hidupnya muram, merasa bersalah tanpa alasan yang jelas, kurang tidur dan hilang nafsu makan, perasaan negatif terhadap bayi atau anaknya.
Terapi bicara dan minum obat antidepresan masih menjadi cara pengobatannya. Jika ada bibit-bibit depresi yang muncul, psikiater menyarankan untuk mencari orang untuk diajak bicara.
Psikiater juga mengatakan tidak perlu menjadi ibu yang super karena lebih baik menjadi orang yang jujur dengan kekurangan dan kelebihan yang ada. Menjalani hidup dengan jujur dan apa adanya akan membuat depresi menjadi berkurang. (ir/up)











































