"Saya pikir kebanyakan laki-laki mengerti bahwa mereka bisa memproduksi sperma sepanjang masa hidupnya, hal ini tentu saja berbeda dengan perempuan yang memiliki periode waktu tertentu dalam hal mereproduksi," ujar Dr Philip Werthman, direktur dari Center for Male Reproductive Medicine di Los Angeles, seperti dikutip dari Health.MSN, Rabu (8/9/2010).
Dr Werthman menuturkan hal tersebut disebabkan pada laki-laki tidak memiliki kendala yang bisa membatasi kemampuannya untuk menghasilkan sperma. Karena itu terkadang sikap acuh tak acuh dari laki-laki bisa jadi masuk akal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang dibutuhkan oleh laki-laki agar bisa menjadi ayah adalah memiliki kualitas sperma yang baik. Karena meskipun kuantitas sperma yang diproduksinya banyak, tetep saja faktor yang paling mempengaruhinya adalah kualitas dari sperma itu sendiri untuk bisa mencapai sel telur.
Salah satu kondisi yang ditakuti oleh kaum laki-laki adalah adanya gangguan pada prostat. Berdasarkan data dari National Cancer Institute, Amerika Serikat didapatkan bahwa risiko kanker prostat meningkat secara drastis setelah seseorang berusia 65 tahun.
Selain bisa mengancam jiwa, kanker prostat juga dapat mempengaruhi kualitas dari sperma. Prostat berfungsi menghasilkan air mani (cairan semen), cairan ini berfungsi untuk membawa sperma. Jika seseorang memiliki gangguan prostat seperti kanker, maka cairan ini tidak bisa memberikan transportasi yang efektif bagi sperma. Sementara itu pengobatannya seringkali menyebabkan laki-laki tidak bisa mengalami ereksi atau ejakulasi.
Kondisi lainnya yang bisa mempengaruhi adalah tersumbatnya vas deferens (tabung sperma) oleh varises pembuluh darah vena. Karena perawatan yang diberikan untuk kondisi ini biasanya membuat laki-laki tidak bisa ejakulasi. Serta meningkatkan lemak di tubuh yang membuat kadar estrogen dalam darah tinggi dan menurunkan jumlah sperma.
Jadi secara umum, hal ini menjelaskan bahwa gangguan kesuburan laki-laki tidak terjadi setelah ia melewati batas usia tertentu. Namun tergantung dari kondisi kesehatan alat reproduksinya apakah terdapat gangguan atau tidak.
(ver/up)











































