Berbagai cara mengatasi morning sickness yang dikenal selama ini antara lain minum air jahe, obat antimual dan vitamin B6. Beberapa wanita juga mencoba mengatasinya dengan melakukan tusuk jarum atau akupunktur.
Meski sebagia wanita dapat merasakan manfaatnya, sebagian yang lain justru merasakan sebaliknya. Air jahe misalnya, justru memperburuk kondisi karena dilaporkan dapat memicu nyeri dada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah publikasi di Cochrane Database of Systematic Reviews, Dr Matthews mengatakan belum ada metode yang benar-benar manjur untuk mengatasi morning sickness. Bahkan cenderung tidak aman, karena masing-masing dapat memicu efek samping pada beberapa orang.
Satu-satunya metode yang banyak dilaporkan kemanjurannya adalah akustimulasi, yakni akupunktur yang dikombinasikan dengan rangsangan listrik arus kecil. Bahkan manset akupresur yang sering dipakai untuk mengatasi mabuk laut juga tidak terbukti efektif pada wanita hamil.
Dr Matthews menyimpulkan hal itu setelah menelusuri 27 penelitian ilmiah, yang melibatkan sedikitnya 4.041 wanita hamil. Dikutip dari Dailymail, Minggu (12/9/2010), pengatasan morning sickness yang dilakukan oleh para partisipan meliputi cara-cara sebagai berikut.
- Antasida
- Vitamin B6
- Larutan gula (glukosa maupun fruktosa)
- Akupunktur
- Akustimulasi
- Manset akupresur
- Makan biskuit
- Menghirup saputangan yang direndam aroma sitrus
- Minum atau makan jahe
- Makan sedikit-sedikit
Meski merepotkan dan sulit diatasi, morning sickness ternyata tetap mempunyai sisi positif. Sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2007 mengungkap risiko kanker payudara pada wanita yang pernah mengalami morning sickness berkurang hingga 30 persen.
(up/ir)











































