Tim ilmuwan dari Amerika telah menggunakan alat pemindai (scan otak) untuk menunjukkan bahwa daerah otak benar-benar berkembang sejalan dengan aktifitas fisik yang diberikan pada anak-anak.
Studi ini menunjukkan bahwa anak-anak yang aktif dan fit cenderung lebih cerdas dan memiliki memori yang lebih baik daripada anak yang jarang melakukan aktivitas fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti dari University of Illinois, Amerika Serikat, mempelajari otak 49 anak usia 9-10 tahun dengan menggunakan scan MRI, yaitu suatu teknik yang memberikan gambar sangat rinci tentang organ dan jaringan dalam tubuh.
Peneliti lalu menguji tingkat kebugaran fisik anak dengan memintanya berjalan di treadmill. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa hippocampus (bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori dan kemampuan belajar) anak yang fit 12 persen lebih besar daripada anak lainnya.
"Temuan ini akan membawa implikasi positif untuk mendorong orangtua mengajarkan olahraga pada anak sejak usia muda," ujar Professor Art Kramer, pemimpin studi, seperti dilansir dari Dailymail, Jumat (17/9/2010).
Menurut Prof Kramer, meski gen, faktor lingkungan dan status sosial ekonomi dapat mempengaruhi perkembangan otak tapi aktivitas fisik sejak usia dini juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan otak.
"Temuan ini bisa membuktikan, walaupun Anda mendapatkan beberapa gen buruk dari orangtua, tapi dengan aktivitas fisik juga masih bisa membantu perkembangan otak," tambah Prof Kramer.
Temuan ini juga dapat mendorong orangtua dan sekolah untuk menjadikan olahraga lebih prioritas untuk anak-anak di usia muda.
Hasil temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Brain Research.
(mer/ir)











































