Pelayanan kesehatan disini adalah semua pelayanan kesehatan dasar yaitu puskesmas dan jaringannya termasuk puskesmas pembantu dan puskesmas terapung, serta rujukan bagi kelas 3 di rumah sakit pemerintah dan menggunakan obat generik.
"Termasuk semua ibu yang bersalin baik melalui proses normal atau caesar biaya ditanggung atau gratis, sehingga angka kematian ibu akibat bersalin sudah menurun," ujar dr H Rachmat Latief, SpPD, MKes, FINASIM selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dalam acara Media Tour Kementerian Kesehatan, di Gedung Dinkes Sulawesi Selatan, Jl Perintis Kemerdekaan Km 11 Makassar, Jumat malam (5/11/2010).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ini, masyarakat harus menunjukkan kartu peserta atau cukup memperlihatkan kartu KTP atau kartu keluarganya. Sementara jika masyarakat memerlukan perawatan lebih lanjut, maka Puskesmas dan jaringannya akan merujuk ke rumah sakit tingkat daerah.
Kebijakan ini dicanangkan oleh Gubernur mulai 1 Juli 2008. Sebelum 1 Juli 2008 diketahui kunjungan ke Puskesmas hanya sebanyak 40 kunjungan per hari, tapi setelah berjalan hampir 3 tahun kini jumlah kunjungan ke Puskesmas menjadi lebih dari 100 kunjungan per harinya. Selain itu jumlah Puskesmas sendiri juga bertambah dari 374 menjadi 439.
"Pelayanan kesehatan di Puskesmas tidak boleh bayar dan usahakan masyarakat dekat dengan Puskesmas," ujar Gubernur Sulawesi Selatan Dr Syahrul Yasin Limpo.
Syahrul menuturkan di tahun pertama memang banyak peserta yang menumpuk, karena masyarakat umumnya langsung menuju rumah sakit. Padahal seharusnya ke Puskesmas terlebih dahulu.
Saat ini populasi penduduk Makassar menjapai 4,5 juta jiwa dan pembiayaan kesehatan di tahun 2010 mencapai Rp 103.432.900.476, sementara di tahun 2009 biayanya sebesar Rp 93.511.897.034. Pembiayaan kesehatan gratis ini merupakan sharing dari provinsi sebesar 40 persen dan kabupaten sebesar 60 persen.
"Pengajuan klaim dari Puskesmas dan juga rumah sakit pemerintah ini biasanya dilakukan dalam kurun waktu triwulan. klaim yang diajukan berisi biaya jasa, sarana, obat-obatan dan operasional," ujar Kepala Dinkes.
Selain itu terdapat 8 fokus prioritas kesehatan di Makassar, yaitu;
1. Peningkatan kesehatan ibu, bayi, balita dan keluarga berencana.
2. Perbaikan status gizi masyarakat.
3. Pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular serta diikuti dengan penyehatan lingkungan.
4. Pemenuhan, pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
5. Peningkatan ketersediaan pemerataan, kelancaran mutu, penggunaan dan pengawasan obat serta makanan.
6. Pengembangan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).
7. Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana serta krisis kesehatan.
8. Peningkatan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier.
Rujukan
Saat ini sistem rujukan ke rumah sakit masih mengalami kendala dan belum terkoordinasi dengan baik. Untuk itu dibutuhkan regulasi mengenai sistem rujukan yang tepat.
Pelayanan kesehatan rujukan adalah suatu proses terjadinya pelimpahan wewenang dan tanggungjawab atas kasus penyakit atau masalah kesehatan ke sarana pelayanan kesehatan yang memiliki kemampuan lebih baik.
"Beberapa hal yang membuat sistem rujukan menjadi kurang efektif adalah jarak tempuh yang panjang, biaya yang lebih besar serta waktu yang lebih lama," ujar dr Rachmat.
Pelayanan kesehatan rujukan ini harus berjenjang mulai dari Puskesmas, kemudian ke RS tipe C (rumah sakit daerah), selanjutnya ke RS tipe B (rumah sakit tingkat region) dan akhirnya ke RS tipe A (rumah sakit tingkat akhir).
"Di Sulawesi Selatan terdapat Peraturan Gubernur No 15 Tahun 2008 tentang regionalisasi sistem rujukan rumah sakit di Provinsi Sulawesi Selatan. Dari 24 kabupaten yang ada di Makassar dibagi menjadi 6 region," ungkap Kepala Dinkes Sulawesi Selatan.
Enam region dari pelayanan rujukan ini adalah:
- Region timur yang berpusat di RSU Sawerigading Kota Palopo
- Region Utara yang berpusat di RSU Andi Makkasau Kota Pare-pare
- Region Tenggara yang berpusat di RSU Tenriawaru Kabupaten Bone
- Region Selatan yang berpusat di RSU A Sulthan Dg Radja Kabupaten Bulukumba
- Region Gerbang Selatan yang berpusat di RSU Labuang Baji
- Region Gerbang Utara yang berpusat di RSU Daya Makassar
Dengan adanya sistem region terhadap rumah sakit rujukan akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan karena jarak tempuhnya yang tidak terlalu jauh serta waktu yang lebih cepat, sehingga sistem rujukan ke rumah sakit ini akan menjadi lebih efektif.
(ver/ir)











































