"Jika ibu tetap menyusui maka akan merangsang produksi ASI-nya dan meningkatkan kadar hormon oksitosin. Kalau kadar oksitosin meningkat akan membuat tingkat stres ibunya berkurang," ujar seorang pakar ASI, Dr Utami Roesli, IBCLC, FABM, dalam acara Oneasia Breastfeeding Partners Forum 7, di Hotel Grand Flora Kemang, Selasa (9/11/2010).
Sementara itu Ratna Rosita selaku sekretaris jenderal Kementerian Kesehatan menuturkan bayi-bayi harus tetap mendapatkan makanan yang cukup dalam pengungsian, salah satunya melalui pemberian ASI. Akan tetapi pemberian susu formula di daerah pengungsian harus diawasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski produksi ASI menurun saat stres, ibu yang menyusui tetap bisa merangsang ASI dengan menggunakan bantuan selang atau sedotan. Caranya dengan memberikan susu formula dengan cangkir lalu dibantu selang atau sedotan untuk mengalirkannya.
Namun bayi tidak hanya menghisap sedotan atau selang, sebab ujungnya ditempelkan dekat dengan puting payudara ibunya. Mau tidak mau, bayi tetap akan mengisap puting susu sang ibu.
Teknik ini diperkenalkan oleh Jack Newman, dokter anak asal Kanada yang banyak mempelajari teknik-teknik bantuan menyusui. Sesuai nama penemunya, teknik merangsang ASI dengan sedotan itu kemudian dinamakan Jack Newman Lactation Aid.
"Hal ini akan merangsang produksi ASI dan menurunkan kadar stres ibu. Kondisi ini sudah dilakukan saat tsunami Aceh, gempa Jogja dan pengungsi Merapi di Klaten," ungkap Dr Utami.
Karena itu Dr Utami mengatakan bantuan susu formula bukannya tidak boleh sama sekali, melainkan harus melalui satu pintu khusus misalnya Kementerian Kesehatan dan distribusinya akan dsesuaikan dengan kebutuhan di daerah tersebut. Sumbangan susu formula tetap tidak boleh diberikan secara langsung.
"Seperti saat tsunami Aceh dan gempa Bantul Jogja, terjadi peningkatan konsumsi susu formula dari 27 persen menjadi 80 persen akibat donasi yang diberikan secara langsung," ujarnya.
Selain pemberian susu formula, pembuatannya juga harus diwaspadai. Sebab jika pembuatannya tidak steril maka dapat memicu diare yang sangat berbahaya bagi bayi. (ver/up)











































