Penilaian dilakukan WBTi selama tahun 2008-2009 terhadap 33 negara. Didapatkan 9 negara yang mendapatkan hasil biru dengan nilai tertinggi ditempati oleh negara Sri Lanka, 22 negara mendapatkan hasil kuning termasuk Indonesia dan dua negara mendapatkan hasil merah.
"WBTi disini melakukan pelacakan, penilaian, monitoring, implementasi serta strategi global untuk makanan bayi dan anak-anak kecil (infant and youth child feeding)," ujar Dr Arun Gupta selaku koordinator regional IBFAN Asia dalam acara 'Oneasia Breastfeeding Partners Forum 7 di Grand Flora Hotel Kemang, Jakarta, Kamis (11/11/2010).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indikator yang digunakan dalam penilaian WBTi ini terdiri dari 15 indikator yang terbagi dalam dua bagian, yaitu indikator bagian pertama berhubungan dengan kebijakan serta program negara tersebut, sedangkan indikator bagian kedua berhubungan dengan praktek pemberian makan bayi dan anak.
"Kita sedih melihat Indonesia ada diurutan 30, setidaknya hasil ini bisa menjadi motivator bagi kita untuk memperbaikinya. Tapi ada juga indikator lain yang menunjukkan hasil bagus seperti penanganan menyusui saat bencana," ujar Mia Sutanto, selaku Ketua AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia).
Untuk pengumpulan data di Indonesia ini melibatkan partner dari Kementerian Kesehatan, AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), Selasi (Sentra Laktasi Indonesia) dan juga Perinasia (Perkumpulan Perinatologi Indonesia).
33 negara yang termasuk di dalam WBTi ini adalah:
- Sri Lanka
- Malawi
- Maldives
- Zambia
- Mongolia
- Ghana
- Mozambi
- Nikaragua
- Costa Rika
- Bolivia
- Pakistan
- Bangladesh
- Afganistan
- Uruguay
- Argentina
- Uganda
- Brazil
- Nepal
- China
- Peru
- Gambia
- Kolombia
- Vietnam
- Filipina
- Republik Korea
- Bhutan
- India
- Ekuador
- Republik Dominika
- Indonesia
- Meksiko
- Cape Verde
- Taiwan










































