8 Konselor ASI Diterjunkan untuk Pengungsi Merapi

8 Konselor ASI Diterjunkan untuk Pengungsi Merapi

- detikHealth
Selasa, 16 Nov 2010 16:54 WIB
8 Konselor ASI Diterjunkan untuk Pengungsi Merapi
Jakarta - Kementerian Kesehatan menerjunkan 8 konselor ASI di 4 titik pengungsian korban Merapi yakni Lembugrejo, Sumber rejo, Catur Harjo, dan Rusmanda. Tujuannya untuk membantu ibu-ibu yang kesulitan menyusui ASI di wilayah bencana.

Konselor ini bertugas untuk membantu ibu-ibu menyusui yang mengalami kesulitan menyusui karena stres akibat bencana. Konselor juga bertugas mendampingi ibu menyusui dengan benar sehingga ASI-nya bisa keluar.

Namun jika ASI tidak bisa keluar, maka konselor ini yang akan menjelaskan bagaimana cara yang benar memberikan susu pengganti yakni susu formula yang diatur distribusi dan penyiapannya oleh konselor dan petugas kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konselor bertugas melayani konseling menyusui serta penyuluhan massal di 11 titik pengungsian dengan materi ASI, PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dan Kesehatan Lingkungan.

Selain itu, konselor juga melakukan pemantauan bantuan susu formula dan logistik MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) serta memobilisasi 85,5 ton MP-ASI ke Provinsi DIY, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, posko utama Pakem di Sleman, posko GOR Maguwoharjo, dan posko Youth Center.

"Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten setempat terus melakukan pemantauan permasalahan kesehatan di lokasi bencana letusan gunung Merapi," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik drg Tritarayati, SH dalam siaran pers, Selasa (16/11/2010).

Sementara Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan juga telah menyiapkan Poli Teknik Kesehatan (Poltekkes) untuk dimobilisasi dan menyiapkan tenaga D4 sebagai konselor jiwa di pengungsian yang selanjutnya akan bergabung dengan Tim Kesehatan Jiwa. Bantuan lain yaitu Tim Kesehatan Litbang Kemenkes bersama BBTKL sedang menganalisis dampak debu vulkanis terhadap kesehatan.

Upaya kesehatan lainnya yang akan dilakukan di lokasi pengungsian antara lain melakukan promosi kesehatan, menjadwalkan pelaksanaan skrining status gizi balita dan ibu hamil tahap berikutnya, melakukan vaksinasi Campak dengan 5000 sasaran di Provinsi DIY, melaksanakan rehabilitasi bagi pengungsi dengan mendirikan trauma center (psikologi) serta objek respon imunisasi campak, mempersiapkan RS lapangan Kemenkes dengan lokasi RS Jiwa Magelang, dan melakukan Surveilans penyakit Pes oleh Direktorat P2PL.

Kementerian Kesehatan juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa masker habis pakai sebanyak 428.000 buah, masker kain sebanyak 10 boks, MP-ASI sebanyak 16 ton, alat kesehatan dan obat-obatan untuk RSUP Dr. Sardjito, dan biaya operasional sebesar Rp 500 juta.
(ir/ver)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads