Sebuah studi baru menunjukkan bahwa anak-anak dari orangtua yang bercerai lebih rentan menderita penyakit stroke.
Selama ini faktor risiko stroke selalu berkaitan dengan obesitas (kegemukan), merokok atau diabetes. Tapi untuk pertama kalinya peneliti memasukkan perceraian sebagai faktor risiko stroke pada anak di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prof Fuller-Thomson menjelaskan bahwa perceraian orangtua dapat meningkatkan risiko stroke anak di kemudian hari menjadi dua kali lipat.
"Tapi studi ini tidak menyimpulkan bahwa anak-anak dari orangtua yang bercerai ditakdirkan untuk menderita stroke," jelas Prof Fuller-Thomson.
Temuan ini berdasarkan hasil survei pada lebih dari 13.000 orang yang tinggal di Kanada, yang juga merupakan bagian dari 2005 Canadian Health Survey.
Menurut Prof Fuller-Thomson, ada beberapa hal yang mengaitkan antara perceraian dan risiko stroke, yang paling utama adalah stres berat masa kecil.
"Stres berat di masa kecil dapat mengubah perkembangan tubuh dan mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, yang pada gilirannya akan membuat orang akan lebih rentan terhadap serangan berbagai penyakit dari waktu ke waktu," jelas Prof Fuller-Thomson lebih lanjut.
Temuan ini telah dipublikasikan dalam pertemuan Gerontological Society of America meeting di New Orleans pada hari Senin lalu.
(mer/ir)











































