Riskesdas 2010 menunjukkan jumlah wilayah yang memiliki persentase penderita gizi kurang dan buruk kurang dari 15 persen sudah mencapai 8 provinsi. Sementara yang persentasenya lebih dari 20 persen tinggal 15 provinsi.
Secara umum, persentase penderita gizi buruk mengalami penurunan dari 7,2 persen pada tahun 1989 menjadi 4,9 persen pada 2010. Dengan tren peningkatan tersebut, angkanya dinilai sudah mendekati target yang ditetapkan dalam MDGs 2015 yakni 3,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan hasil ini, saya optimis target MDGs untuk gizi buruk dan gizi kurang akan tercapaipada 2015," ungkap Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih saat membuka Simposium Nasional ke-6 Badan Penelitean dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (20/12/2010).
Meskipun demikian Menkes menilai ada beberapa temuan yang memprihatinkan dalam hasil Riskesdas 2010. Salah satunya adalah rendahnya pengetahunan generasi muda tentang salah satu infeksi menular paling ditakuti saat ini yakni HIV/AIDS.
"Sekitar 40 persen masyarakat yang berusia 15-24 tahun belum pernah mendengar informasi tentang HIV/AIDS. Ini berarti kita kurang giat menyebarkan informasi tersebut lewat surat kabar, televisi dan sebagainya," tambah Menkes.
(up/ir)











































