Menurut Ibu Lili, pusar menjuntai di perutnya ini tidak sakit. Ibu Lili mengaku takut ke dokter dan lebih memilih pengobatan alternatif. Tapi hingga anak bungsunya sudah berumur 12 tahun usus menjuntai itu belum juga hilang.
dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter spesialis ginekologi dari RS Pusat Pertamina mengatakan organ usus yang keluar dari tempat seharusnya adalah ciri dari hernia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hernia di bagian pusar yang terjadi pada ibu setelah melahirkan dalam istilah medis disebut hernia umbilikalis. Hernia pusar terjadi karena bagian dari usus menonjol melalui lubang pada otot perut.
Hernia adalah keluarnya organ usus dari tempat seharusnya. Penjelasan sederhananya yaitu usus melorot lewat lubang locus minoris. Jika ada tekanan besar, usus bisa 'brojol' melalui lubang tersebut.
Hernia pusar paling sering dialami bayi, tetapi tidak jarang juga terjadi pada ibu setelah melahirkan, terutama melahirkan di usia tua.
"Biasanya terjadi kalau si ibu saat melahirkan usianya sudah tua, kemudian karena memang sudah lemah (dinding penahan usus). Jadi pas ngeden waktu persalinan makin kendur dan ususnya masuk ke lubang itu," jelas dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter spesialis ginekologi dari RS Pusat Pertamina saat dihubungi detikHealth, Senin (17/1/2011).
dr Frizar mengakui hernia jenis ini memang tidak terasa sakit hanya melihatnya saja yang geli. Menurut dr Frizar, hernia pusar yang terjadi pada ibu pasca melahirkan jarang menyebabkan bahaya, kecuali bila usus terjepit di lubang locus minoris. Tapi hal tersebut jarang terjadi.
"Biasanya tidak berbahaya, beda dengan hernia di paha atau skrotum pada pria yang sering menyebabkan usus kejepit," lanjut dr Frizar.
Dilansir Mayoclinic, hernia pusar biasanya menyebabkan pembengkakan atau tonjolan kecil di dekat pusar (umbilicus). Tonjolan ini bisa berkisar antara 1 hingga 5 cm.
Hernia ini bisa juga terjadi pada orang yang mengalami penyakit batuk kronis, sembelit, kegemukan atau pada wanita hamil.
Hal ini biasanya disebabkan karena dinding penahan ususnya lemah. Lemahnya dinding penahan ini bisa disebabkan beberapa hal, misalnya karena sudah tua, punya penyakit diabetes (kencing manis) dan penyakit sistemik seperti SLE.
Kedua, karena adanya tekanan yang besar sehingga usus turun ke bawah. Hal ini banyak dialami oleh pekerja berat yang terbiasa mengangkat barang berat. Karena proses mengangkat ini memakai 'ngeden' maka kekuatan usus bisa melemah.
Bila terjadi pada bayi, tonjolan hanya terlihat saat mengangis, batuk atau kejang. Tonjolan ini bisa hilang ketika bayi tenang.
Satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit hernia adalah dengan jalan operasi untuk mengembalikan usus ke tempat semula dan menutup lubang yang tidak normal.
Tapi kalau keadaannya tidak terlalu parah, penyembuhan dapat dilakukan dengan pemijatan. Bagian anggota tubuh yang diberi pijatan antara lain pinggang, pantat, tungkai atas belakang dan depan, perut dan lipat perut.
(mer/ir)










































