Temuan yang dipublikasikan dalam The Journal of Pediatrics menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir di negara dengan vaksinasi hepatitis B tinggi memiliki peluang 20 persen lebih rendah terkena semua jenis kanker pada anak.
Selain itu anak-anak yang lahir di negara dengan tingkat vaksinasi tinggi untuk polio dan vaksin penyakit lainnya memiliki kemungkinan 30-40 persen lebih rendah terkena lymphoblastic leukemia akut, yaitu penyakit kanker yang mempengaruhi sel-sel darah putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan salah satu teori yang ada dari studi sebelumnya menunjukkan beberapa infeksi umum diketahui bisa meningkatkan risiko anak terkena leukemia atau kanker darah, yang diduga karena adanya efek yang timbul saat perkembangan sistem kekebalan tubuh.
Kanker yang umum dijumpai pada anak-anak adalah kanker leukemia (kanker darah), kanker otak, kanker tulang belakang dan juga retinoblastoma (kanker pada retina mata). Meskipun kanker di usia anak-anak terbilang langka, tapi ketika hal itu terjadi justru bisa lebih parah dibandingkan orang dewasa.
Dalam studi ini peneliti menggunakan data semua diagnosa kanker di negara-negara bagian Amerika Serikat. Peneliti mengidentifikasi 2.800 kasus kanker yang didiagnosis tahun 1995-2006. Setelahnya peneliti membandingkan risiko terkena kanker pada anak dengan melihat sejarah vaksinasinya.
Peneliti memfokuskan studinya pada anak-anak yang didiagnosis terkena kanker setelah berusia 2 tahun, yang mana pada usia tersebut umumnya anak-anak telah mendapatkan vaksinasi dengan lengkap.
Scheurer menuturkan orang-orang bisa mendapatkan manfaat yang lebih dengan memberikan vaksinasi, karena tidak hanya bisa mencegah beberapa penyakit menular tapi memberikan manfaat lain dengan mengurangi risiko terkena kanker pada anak-anak.
(ver/ir)











































