Selama ini pendapat para ahli masih bercabang mengenai manfaat musik klasik bagi bayi yang belum lahir. Ada yang menilai bisa meningkatkan kecerdasan, namun ada juga yang menganggap hal itu mungkin hanya sugesti karena memang belum diketahui pasti bagaimana mekanismenya.
Namun setidaknya, penelitian terbaru membuktikan bahwa bayi memang bisa mendengarkan dan bahkan mengingat melodi yang dia dengar di dalam kandungan. Dalam penelitian tersebut, ingatan bayi bisa bertahan hingga usia 1 bulan setelah dilahirkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat bayi mulai memasuki usia 1 bulan, para peneliti memperdengarkan musik yang sama dengan yang diputar sang ibu ketika hamil. Efeknya, denyut jantung bayi melambat rata-rata 12 kali/menit dibandingkan ketika mendengar jenis musik lain yang tidak diputar waktu ibunya hamil.
Psikolog dari Paris Descartes University, Carolyn Granier-Deferre yang melakukan penelitian itu mengatakan sistem pendengaran bayi sudah terbentuk pada 3 bulan terakhirnya di dalam kandungan. Sensor pendengaran yang disebut cochlea sudah matang pada 5 pekan menjelang hari kelahiran.
Namun bukan berarti Carolyn mendukung anggapan bahwa mendengar musik saat hamil benar-benar bermanfaat bagi bayi. Ada efek tidak selalu berarti ada manfaat postitif, sehingga jika memang ingin memperkenalkan musik ada baiknya ditunda ketika bayi sudah lahir.
"Ketika bayi sudah lahir, kita bisa melihat apakah si anak suka atau tidak dengan musiknya. Selama masih dalam kandungan rasanya akan lebih sulit untuk menilainya," kata Carolyn seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (9/3/2011).
(up/ir)











































