Diabetes saat hamil dikenal dengan nama diabetes gestational, yaitu suatu kondisi yang mana menyebabkan kenaikan gula darah dan dapat mempengaruhi kehamilan serta kesehatan bayi yang dikandung.
Pada gestational diabetes biasanya gula darah akan kembali normal segera setelah ibu melahirkan. Tapi umumnya ia akan berisiko mengalami diabetes tipe 2 nantinya, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Rabu (6/4/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya kondisi ini akan membuat kadar gula darah meningkat dan mempengaruhi produksi dari energi di dalam tubuh. Dalam kebanyakan kasus, gestational diabetes umumnya asimtomatik jadi seringkali gejala yang muncul diabaikan. Tapi ada beberapa gejala yang bisa dilihat dari gestational diabetes ini yaitu:
- Mengalami rasa haus yang berlebihan
- Sering buang air kecil
- Meningkatnya rasa lapar, kondisi ini sering tidak disadari
- Mengalami kelelahan yang berlebihan
- Mual
- Mengalami masalah penglihatan seperti terlihat kabur
Kondisi ini menjelaskan pentingnya melakukan cek up dan tes darah secara rutin selama kehamilan. Tes darah yang dilakukan bisa membantu mendeteksi gestational diabetes dan risikonya. Beberapa hal diketahui bisa menjadi faktor risiko dari gestational diabetes yaitu:
- Perempuan yang memiliki pradiabetes sebelum hamil (kadar glukosa darah sedikit lebih tinggi)
- Memiliki keturunan penyakit diabetes tipe 2 di dalam keluarganya
- Mengalami gestational diabetes dan berat bayi lebih dari 4 kg pada kehamilan sebelumnya
- Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
- Berusia lebih dari 25 tahun
Umumnya tidak ada yang bisa mencegah gestational diabetes, tapi beberapa cara diketahui dapat mengurangi risikonya seperti mengonsumsi makanan yang sehat, tetap melakukan aktivitas fisik dan mengurangi berat badan berlebih sebelum hamil.
(ver/ir)











































