Diperkirakan 13 persen perempuan yang baru pertama kali melahirkan akan mengalami depresi postpartum atau rasa tertekan yang berlangsug beberapa bulan. Pada kasus yang sangat parah, depresi bisa berlangsung hingga 1 tahun setelah melahirkan.
Sebuah penelitian di University of Connecticut membuktikan, konsumsi ikan secara rutin sejak usia kehamilan 3 bulan bisa mengurangi risiko tersebut. Kandungan nutrisi pada ikan yang diyakini bermanfaat mengatasinya adalah asam lemak omega 3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapsul-kapsul tersebut dikonsumsi rutin sebanyak 5 kali tiap pekan sejak usia kandungannya baru mencapai 24 pekan. Setelah anaknya lahir, para partisipan diminta mengisi kuesioner tentang kondisi emosionalnya dan menjalani pemeriksaan rutin hingga beberapa bulan berikutnya.
Hasil pengamatan menunjukkan, partisipan yang mengonsumsi kapsul omega-3 lebih jarang mengalami gangguan emosi yang bsia digolongkan sebagai gejala depresi postpartum. Sebalinya partisipan yang mendapat plasebo lebih banyak yang jadi gelisah setelah melahirkan.
Meski begitu, Dr Judge mengatakan konsumsi ikan tidak sepenuhnya aman karena tingginya pencemaran logam berat di laut bisa terakumulasi pada ikan. Seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (14/4/2011), omega-3 yang berasal dari ikan segar tetap harus dibatasi untuk mengurangi risiko keracunan.
Ikan-ikan laut terutama yang berlemak seperti hiu, marlin dan ikan pedang sebaiknya tidak lebih dari 2 porsi sedang dalam sepekan. Demikian juga dengan ikan-ikan lainnya seperti salmon, sardin dan makarel bisa memberikan manfaat namun sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.
(up/ir)










































