Kamis, 28 Apr 2011 15:46 WIB

Bolehkah Anak Divaksin Saat Sakit?

- detikHealth
Jakarta - Saat anak harus divaksin kadang kondisinya sedang tidak fit atau mengalami sakit tertentu. Sebenarnya bolehkah anak diimunisasi ketika sedang sakit atau harus ditunda?

Kondisi ini tergantung dari seberapa parah sakit yang diderita si kecil. Sebagian besar dokter menyarankan untuk menunda vaksinasi jika anak mengalami demam lebih dari 38 derajat celsius, flu atau infeksi serius lainnya.

Tapi jika anak hanya mengalami flu ringan, maka tidak perlu menundanya. Mungkin nantinya ia akan sedikit rewel atau membutuhkan waktu lebih sulit untuk bertoleransi terhadap reaksi apapun.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menjelaskan waktu imunisasi adalah saat yang penting. Anak-anak dengan penyakit sedang atau berat baik yang disertai demam atau tidak sebaiknya divaksin setelah penyakitnya tidak akut lagi, seperti dikutip dari Babycenter, Kamis (28/4/2011).

Hal ini karena pemberian vaksin yang berisi kuman hidup atau sudah dilemahkan berfungsi untuk merangsang pembentukan antibodi terhadap penyakit tersebut. Jika anak diberikan vaksin saat sedang sakit, maka kemungkinan antibodi yang terbentuk di dalam tubuh si anak menjadi kurang maksimal.

Para ahli juga mengungkapkan jika anak menerima pengobatan yang mengandung steroid sebaiknya anak menunda vaksinasi. Jika dosis steroid yang dikonsumsi tinggi, maka harus menunggu selama lebih dari 2 minggu atau sebulan sebelum menerima vaksin yang berisi kuman hidup atau yang sudah dilemahkan.

Selain itu jika vaksin yang diberikan bisa menimbulkan reaksi ringan, maka kondisi ini akan membuat anak menjadi rewel atau demam selama beberapa hari. Karenanya jangan menjadwalkan vaksin tepat sebelum bepergian, liburan atau peristiwa penting lainnya.

Beberapa kondisi anak lainnya juga harus diperhatikan sebelum menerima vaksin yaitu:

  1. Anak-anak dengan leukemia, limfoma, jenis kanker lain, AIDS atau anak dengan sistem kekebalan tubuh terancam perlu berkonsultasi dengan dokter. Vaksin yang berisi kuman hidup atau dilemahkan tidak menimbulkan bahaya dalam kondisi normal, tapi sistem kekebalan tubuh yang lemah oleh penyakit serius kemungkinan tidak bisa melawan 'infeksi kecil' yang diproduksi oleh vaksin.
  2. Anak-anak dengan jumlah trombosit rendah atau masalah perdarahan lain seharusnya tidak menerima vaksin suntik.
  3. Anak-anak dengan alergi telur parah harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli alergi sebelum menerima vaksin seperti flu atau MMR.
 



(ver/ir)
News Feed