Selain mengurangi risiko kegemukan, kebiasaan ini juga menghindarkan anak-anak dari jajanan tidak sehat atau junk food. Kecenderungan untuk makan junk food berkurang 20 persen jika meluangkan waktu sedikitnya 3 kali tiap pekan untuk makan bersama.
Berbagai manfaat tersebut terungkap dalam penelitian Amber Hammons dari University of Illinois yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics. Penelitian tersebut merupakan kajian atas 17 hasil penelitian lain yang sudah lebih dulu diterbitkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meluangkan waktu untuk duduk bersama dengan anggota keluarga yang lain memberikan banyak manfaat dalam hal keseimbangan nutrisi," ungkap Hammons seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (3/4/2011).
Kecenderungan anak untuk makan sayur dan buah juga lebih tinggi pada anak-anak yang tinggal dalam keluarga dengantradisi makan bersama. Anak-anak tersebut 24 persen lebih sering mengonsumsi sayuran dan buah dibandingkan anak-anak lain yang lebih sering jajan.
Dari sisi kesehatan jiwa, kebiasaan makan bersama juga mengurangi risiko gangguan makan seperti pilih-pilih makanan (picky eating) atau makan berlebihan (binge eating). Risiko untuk mengalami gangguan semacam itu berkurang sekitar 35 persen.
Sementara itu menurut data National Health Service di Inggris, 1 dari 6 anak laki-laki di negara tersebut menderita obesitas akibat kurang gerak dan pola makan yang tidak sehat. Pada anak perempuan, angkanya tidak jauh berbeda yakni 1 dari 7 anak.
Berbagai penelitian menunjukkan, obesitas berhubungan dengan risiko penyakit kronis termasuk hipertensi dan diabetes. Pada laki-laki, risiko terburuk selain serangan stroke dan jantung adalah impotensi yang merupakan salah satu komplikasi diabetes.
(up/ir)











































