Psikolog sekaligus dokter spesialis tumbuh kembang anak dari Universitas Indonesia, dr Soedjatmiko, SpA(K) mengatakan segala potensi yang dimiliki anak hanya bisa berkembang optimal jika diberi kesempatan untuk bermain dengan bebas. Artinya, hak anak untuk bermain tidak boleh dirampas.
Demikian juga pada masa ujian, orangtua tidak perlu panik sampai melarang anaknya bermain jika jauh-jauh hari sebelumnya aktif mendampingi anak belajar. Jika sejak awal dibiasakan mencicil belajar, maka saat ujian tidak perlu mati-matian membaca buku dan berlatih soal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski anak butuh bermain, dr Soedjatmiko mengatakan hal itu bisa dipenuhi tanpa harus meninggalkan kewajiban atau kebutuhannya untuk belajar. Caranya dengan membuat pelajaran terasa menyenangkan, sehingga saat belajar anak-anak tetap merasa seperti sedang bermain.
Cara ini bisa membuat anak tetap merasa nyaman dan terpenuhi kebutuhan bermainnya, meski jadwal belajarnya padat. Selama anak merasa nyaman, dr Soedjatmiko mengatakan bahwa orangtua boleh-boleh saja mendaftarkan anaknya untuk ikut les sebanyak mungkin.
"Yang penting tidak ada pemaksaan dari orangtua. Kalau anaknya tidak suka ikut les, tanyakan saja apa alasannya lalu carikan jalan keluar. Jangan pernah menghakimi dengan mengatakan anak tersebut malas karena tidak mau ikut les," tambah dr Soedjatmiko.
(up/ir)










































