Penelitian yang dilakukan di University of Michigan tersebut mengungkap, perilaku kasar akibat kurang tidur juga mempengaruhi kesehatan secara umum. Anak-anak yang kurang tidur rata-rata 2 kali lebih berisiko mengalami sesak napas dan mengantuk di kelas.
"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurang tidur punya peran dalam bullying atau perilaku agresif lainnya," ungkap salah satu peneliti, Louise O'Brien dalam laporannya di jurnal Sleep Medicine seperti dikutip dari HealthDay, Minggu (5/6/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lain yang menyebabkan anak-anak tersebut kurang tidur adalah teknologi, misalnya terlalu banyak menggunakan komputer dan memainkan video game. Pemakaian teknologi secara berlebihan mengurangi aktivitas fisik, sehingga tubuh tidak cukup bugar untuk bisa tidur nyenyak.
O'Brien menambahkan, kurang tidur sangat mempengaruhi bagian otak yang disebut prefrontal cortex yang fungsinya mengontrol emosi dan perilaku. Gangguan pada bagian ini memicu perilaku kasar, nakal dan rentan terlibat penyalahgunaan obat terlarang.
Sementara untuk meningkatkan kualitas tidur pada anak, O'Brien menyarankan beberapa tips sebagai berikut.
- Kurangi fasilitas elektronik di kamar anak, termasuk video game dan pesawat televisi
- Buatkan jadwal tidur yang teratur, selama 11-13 jam/malam untuk anak prasekolah dan 10-11 jam/malam untuk anak sekolah
- Jadikan tidur yang cukup sebagai prioritas utama dalam rumah tangga.
(up/ir)










































