Studi menemukan bahwa sikap keluarga yang negatif bisa memberikan efek buruk terhadap proses pemulihan penyakit mental. Dalam hal ini ibu memberikan pengaruh yang penting.
Peneliti mengungkapkan terkadang anggota keluarga terutama ibu bisa menyediakan dukungan yang sangat dibutuhkan oleh pasien, tapi ia juga bisa menjadi sumber sikap negatif yang menstigmasi pasien dan menghambat pemulihannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Singkatnya apa yang dipikirkan oleh seorang ibu menjadi hal yang penting, karena ia memiliki efek seperti rantai," ujar peneliti Fred Markowitz dari Northern Illinois University, seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (10/6/2011).
Studi ini menganalisis 129 ibu-ibu yang memiliki anak dengan skizofrenia, peneliti mengamati para partisipan selama 18 bulan. Diketahui stigma berlebihan dari ibu seperti berpikiran anaknya 'tidak kompeten', 'tidak bisa diduga' dan 'tidak bisa diandalkan' akan mempengaruhi anak seperti menurunkan rasa percaya diri dan kualitas hidupnya.
Selain itu para peneliti juga menemukan bahwa ketika pasien dengan gangguan mental diadopsi oleh keluarga yang memiliki stigma negatif, maka gejalanya akan memburuk dan harga dirinya turun bersamaan dengan kualitas hidupnya.
Hasil ini menunjukkan bahwa apa yang dipikirkan oleh kerabat dari pasien bisa mempengaruhi pemikirannya sehingga menghambat proses penyembuhan. Dalam hal ini ibu berperan penting karena ibu diketahui memiliki hubungan yang lebih dekat.
(ver/ir)











































