Studi yang dilakukan pada pelajar SMA oleh peneliti dari Robert Wood Johnson Medical School di New Jersey menunjukkan adanya hubungan antara ngidam karbohidrat dan mengantuk di siang hari.
Selain itu, kemungkinan mengalami keinginan kuat untuk makan lebih banyak karbohidrat ditemukan pada 50 persen lebih siswa yang melaporkan mengalami kantuk parah di siang hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengidam karbohidrat ditemukan telah meningkat setidaknya tiga kali lipat pada siswa yang menderita depresi berat.
"Tidur memiliki fungsi penting untuk melakukan tugas regulasi metabolisme dan nafsu makan. Tidur yang tidak memadai dapat membuat metabolisme buruk dan mungkin memiliki dampak pada pilihan makanan dan berat badan," jelas Dr. Mahmood Siddique, pemimpin studi dan direktur Sleep and Wellness Medical Associates and Clinical Associate Professor of Medicine di Robert Wood Johnson Medical School, New Jersey, seperti dilansir Lifemojo, Rabu (12/7/2011).
Menurutnya, studi ini penting mengingat meningkatnya epidemi obesitas di kalangan remaja serta meningkatkan sindrom metabolik dan diabetes di antara populasi dewasa muda
Dia juga mengatakan bahwa penelitian ini dimaksudkan untuk menarik fakta bahwa kurang tidur pada orang dewasa muda mungkin menjadi sebagai faktor risiko obesitas.
Menurut American Academy of Sleep Medicine, remaja membutuhkan 9 jam tidur setiap malam agar tetap waspada keesokan harinya.
(mer/ir)










































