Peneliti California menemukan bahwa alkohol dapat merusak kemampuan memori pada gadis remaja. Hal ini berdasarkan pengujian terhadap 95 remaja berusia 16 hingga 19 tahun yang dilakukan peneliti di beberapa universitas Amerika Serikat.
27 remaja laki-laki dan 13 remaja perempuan yang doyan minum alkohol (binge-drinking) diberi tes neurophsychological dan tes memori spasial. Tes yang sama juga diberikan pada 31 remaja laki-laki dan 24 remaja perempuan yang tidak doyan minum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan menggunakan scan MRI, tim peneliti menemukan bahwa gadis remaja yang peminum berat mengalami lebih banyak penurunan aktivasi otak di beberapa daerah ketimbang pada remaja laki-laki.
Penurunan kemampuan otak ini dapat menyebabkan masalah ketika mengemudi, olahraga yang melibatkan gerakan kompleks, menggunakan peta atau mengingat letak suatu tempat.
"Perbedaan-perbedaan dalam aktivasi otak terkena dampak negatif fungsi lainnya, seperti konsentrasi dan memori kerja," ujar Dr Susan Tapert, profesor psikiatri di University of California, seperti dilansir BBC News, Senin (18/7/2011).
Penurunan fungsi otak ini lebih banyak terjadi pada gadis remaja. Menurut Dr Tapert, remaja laki-laki yang diteliti tidak terlalu banyak berpengaruh untuk tingkat yang sama.
"Remaja laki-laki yang doyan minum menunjukkan beberapa penurunan, tetapi lebih kurang dari perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa remaja perempuan mungkin sangat rentan terhadap efek negatif dari penggunakan alkohol yang berat," tutup Dr Tapert.
(mer/ir)











































