Ketika bayi dalam kondisi yang membahayakan, diperlukan sikap tenang orangtua agar bisa berpikir jernih untuk melakukan pertolongan pertama. Dilansir dari MayoClinic, Jumat (22/7/2011), perawatan darurat pada bayi diperlukan pada beberapa kondisi, antara lain:
1. Perdarahan yang tidak dapat berhenti
2. Keracunan
3. Kejang
4. Kesulitan bernapas
5. Luka pada kepala
6. Mendadak tidak mampu untuk bergerak
7. Pingsan
8. Mengalami luka bakar atau luka yang melibatkan daerah yang luas
9. Mengalami kaku leher
10. Mengalami kencing darah, berak darah atau diare yang terus menerus
11. Kulit atau bibir yang terlihat biru, ungu atau abu-abu
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan-pertanyaan yang biasa diajukan oleh dokter, antara lain:
1. Gejala yang telah terjadi pada bayi
a. Apa yang mendorong untuk mencari bantuan medis untuk bayi Anda?
b. Apa yang dikhawatirkan mengenai bayi Anda?
2. Catatan medis bayi
a. Apakah bayi memiliki alergi tertentu yang telah diketahui?
b. Imunisasi terakhir yang telah dilakukan?
c. Apakah bayi memiliki riwayat penyakit yang sudah kronis (berlangsung lama)?
d. Bersiaplah untuk menceritakan tentang masa kehamilan dan kelahiran bayi.
3. Perubahan dalam menyusui bayi
Pernahkah Anda memperhatikan perubahan pola makan dan minum bayi, dalam jumlah popok basah, atau dalam jumlah dan konsistensi buang air besar?
4. Perubahan suhu bayi
a. Apakah bayi mengalami demam?
b. Berapa suhu bayi?
c. Bagaimana cara Anda mengukur suhu bayi?
d. Kapan suhu bayi diukur?
5. Pemberian obat-obatan yang dijual bebas pada bayi
a. Obat-obatan apa saja yang telah diberikan pada bayi tanpa sepengetahuan dokter?
b. Berapa banyak?
c. Kapan?
Apabila pertanyaan-pertanyaan dari dokter dapat dijawab dengan urut, jelas dan lengkap, maka akan sangat membantu dokter untuk dapat menentukan diagnosis yang akurat.
(ir/ir)











































