Peneliti dari Amerika Serikat menuturkan bahwa risiko stroke diantara peempuan yang hamil dan baru saja melahirkan berada pada tingkat yang cukup mengkhawatirkan, padahal sebelumnya hal ini termasuk jarang terjadi.
Kenaikan ini disebabkan oleh karena perempuan tersebut sudah memiliki faktor risiko stroke sebelum hamil, termasuk tekanan darah tinggi dan obesitas. Hal ini diungkapkan dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Kuklina menuturkan kondisi yang ada saat ini adalah banyak perempuan yang sudah memiliki faktor risiko terhadap stroke, dan kehamilan sendiri merupakan salah satu faktor risiko. Jadi jika ia punya diabetes, hipertensi, obesitas dan penyakit jantung bawaan, maka risikonya jadi berlipat.
Sementara itu beberapa ahli menuturkan ada 3 hal penting yang membuat ibu hamil memiliki risiko terkena stroke yaitu:
- Peningkatan tekanan darah setelah mengembangkan preeklampsia dan eklampsia
- Peningkatan kecenderungan terjadinya pembekuan darah
- Peningkatan frekuensi dan sakit kepala migrain yang parah
Umumnya ibu hamil yang mengalami stroke lebih sulit untuk diobati, karena dikhawatirkan obat-obatan yang diberikan bisa membahayakan janin yang sedang dikandungnya. Terlebih belum banyak informasi yang ada mengenai obat stroke untuk ibu hamil.
Beberapa hal diketahui bisa membantu menghindarkan stroke selama kehamilan seperti usahakan untuk tetap aktif, menghindari stres dan sering-seringlah berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari eklampsia atau preeklampsia.
(ver/ir)











































