Sebuah studi baru menemukan bahwa asupan garam baik yang terlalu sedikit atau terlalu banyak selama kehamilan bisa memberikan efek terhadap perkembangan ginjal janin yang dikandungnya. Konsekuensi yang didapatkan salah satunya adalah mengakibatkan tekanan darah tinggi dikemudian hari.
Sementara itu pada penelitian sebelumnya telah diketahui hubungan antara tekanan darah tinggi dengan jumlah nefron yang rendah. Hal ini penting karena nefron adalah unit struktural dan fungsional dasar dari ginjal, seperti dikutip dari MedIndia Sabtu (30/7/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti akan menilai struktur dari ginjal setelah 1-12 minggu setelah kelahiran, serta mengukur protein yang diketahui terlibat dalam pengembangan ginjal diperiksa pada saat lahir dan usia 1 minggu. Hal lain yang juga turut diukur adalah tekanan darah selama usia 2-9 bulan.
Hasil yang didapatkan adalah jumlah glomerulus (unit struktural utama dari ginjal) selama 1-12 minggu secara signifikan lebih rendah dan tekanan darah yang lebih tinggi jika ibunya mengonsumsi garam dalam jumlah sedikit atau terlalu banyak, dibandingkan dengan yang normal.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa asupan garam yang terlalu rendah dan juga terlalu tinggi selama hamil bisa menghambat perkembangan glomerulus baru sehingga nefron yang terbentuk akan sedikit. Studi ini dipublikasikan dalam American Journal of Physiology-Renal Physiology.
Meski begitu bukan berarti ibu hamil tidak boleh mengonsumsi garam sama sekali, tapi bisa dikurangi jumlahnya seperti memilih mengonsumsi makanan yang segar dibanding makanan kemasan atau yang diproses, serta kurangi penggunaan kecap dan bumbu penyedap dalam setiap masakan.
(ver/ir)










































