3000 Konselor Siap Membantu Ibu Menyusui

3000 Konselor Siap Membantu Ibu Menyusui

- detikHealth
Kamis, 11 Agu 2011 14:15 WIB
3000 Konselor Siap Membantu Ibu Menyusui
Jakarta - Menyusui adalah kegiatan yang kompleks karena terkadang si ibu mengalami kendala saat melakukannya. Kini tersedia lebih dari 3000 konselor yang siap membantu ibu menyusui, sehingga pemberian ASI jadi lancar.

"Berdasarkan data yang ada di Kemenkes ada sekitar 3000-an lebih konselor yang tersebar di Indonesia," ujar Nia Umar LC selaku Ketua IKMI (Ikatan Konselor Menyusui Indonesia) disela-sela acara Temu Nasional Konselor Menyusui ke-1 di gedung Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/8/2011).

Nia menuturkan para konselor ini telah mengikuti pelatihan selama 40 jam atau 5 hari berdasarkan WHO dan Unicef. Pelatihan ini termasuk teori manajemen laktasi dan juga praktik langsung dengan ibu yang menyusui, setelah itu dilanjutkan dengan rencana tindak lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa komponen dasar yang menjadi kompetensi seperti aktif mendengarkan, komunikasi serta memberi pujian terhadap apapun yang sudah dilakukan oleh ibu menyusui," ungkapnya.

Konselor ini nantinya akan membantu ibu dalam menyukseskan proses menyusui serta memberikan motivasi baik untuk klien atau dalam kehidupan sehari-harinya.

"Peran konselor ini tidak hanya untuk konseling, tapi diharapkan juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya, mulai dari lingkungan kecil dulu hingga yang lebih besar," ujar Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DrPH.

Menkes menuturkan para konselor ini sebaiknya terampil dan dikenal oleh orang-orang sehingga masyarakat tahu kemana ia harus bertanya dan yang nantinya diharapkan seluruh masyarakat Indonesia bisa mendukung ASI Eksklusif.

"Konselor ini diharapkan bisa turut memantau promosi susu formula dan program 10 langkah menuju keberhasilan menyusui," ungkap Menkes.

Selain itu ketersediaan konselor menyusui di fasilitas pelayanan kesehatan turut mempengaruhi peningkatan keberhasilan pemberian ASI. Oleh karena itu Kemkes berupaya agar setiap pelayanan kesehatan terutama di Puskesmas dan RS menyediakan konselor menyusui untuk membantu para ibu yang memiliki kendala dalam memberikan ASI.

Selain ketersediaan konselor menyusui, aspek lain yang perlu mendapat perhatian adalah komunikasi. Dengan komunikasi yang baik, pesan tentang manfaat pemberian ASI akan lebih cepat sampai ke masyarakat. Komunikasi dapat dilakukan melalui media massa atau memanfaatkan jaringan elektronik berupa website dan internet.

"Dukungan terhadap kegiatan menyusui saat ini baru mencakup dia dimensi yaitu dimensi waktu (dari kehamilan hingga penyapihan) dan dimensi tempat (rumah, masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan). Padahal kedua dimensi ini belum lengkap jika tidak disertai dengan dimensi ketiga yaitu komunikasi," ujar Menkes.



(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads