"Pada hari pertama di rumah sakit anak-anak, bayi berusia kurang dari 1 tahun kemungkinan akan mendapat rata-rata empat obat yang berbeda," jelas Chris Feudtner, MD, PhD, dari Rumah Sakit Anak Philadelphia, AS, seperti dilansir dilansir Medpagetoday, Rabu (7/9/2011).
Setelah seminggu di rumah sakit anak-anak, bayi rata-rata telah mendapat 29 obat atau agen terapi yang berbeda. Para peneliti melaporkan penelitian ini secara online di Archives of Pediatric and Adolescent Medicine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian mulai berfokus pada keamanan dan kemanjuran obat pediatrik. Feudtner mengakses data dari Sistem Informasi Kesehatan Pediatrik dan Perspektif Data Warehouse yang mengumpulkan data dari rumah sakit umum dan akademik di seluruh AS.
Peneliti menganalisis penerimaan pasien selama tahun 2006. Terhitung ada 365.868 anak yang mendapat 491.451 kali rawat inap 52 rumah sakit pediatrik, dan 221.559 kali rawat inap di 411 rumah sakit umum.
Jenis obat yang paling umum diberikan di rumah sakit anak-anak adalah cairan intravena dan elektrolit. Kedua pengobatan itu diberikan kepada pasien berusia 1 hingga 17 tahun pada kisaran 78,5-79 persen pasien.
Tiga obat besar yang diberikan di rumah sakit anak-anak menurut umur adalah:
- Lebih muda dari 1 tahun: heparin (43%), asetaminofen (41%), ampisilin (31%)
- Usia 1 sampai 9 tahun: asetaminofen (42%), heparin (36,6%), ondansetron (28%)
- Usia 10 sampai 17 tahu: ondansetron (40%), asetaminofen (39%), morfin (38%)
Sedangkan tiga besar obat yang diberikan kepada anak-anak di rumah sakit umum adalah:
- Lebih muda dari 1 tahun: ampisilin (39%), vitamin K (31%), eritromisin (30%)
- Usia 1 sampai 9 tahun: asetaminofen (43%), ceftriaxone (32%), albuterol (24%)
- Usia 10 sampai 17 tahun: fentanyl (32%), morfin (30%), asetaminofen (29%)
Jumlah obat yang diberikan terus meningkat seiring lama tinggal di rumah sakit. Setelah satu bulan di rumah sakit anak-anak, rata-rata bayi telah mendapatkan 25 obat.
Ketika peneliti menganalisis pemberian obat sesuai dengan diagnosa yang spesifik, ditemukan hingga 74 macam obat yang digunakan di rumah sakit anak-anak dan 7 hingga 59 macam obat di rumah sakit umum.
"Kami berbagi kegelisahan bersama penulis terkait dengan banyaknya pengobatan yang diberikan dalam rawat inap anak, namun perhatian terbesar kami adalah kurangnya informasi yang akan memberitahu kami apabila praktik-praktik ini bermasalah bagi pasien," tulis Nancy E. Morden, MD, dan David Goodman, MD, dari Institute Dartmouth.
Secara khusus, mereka berdua menyuarakan kekhawatiran tentang efek jangka panjang dari banyaknya obat-obatan pada anak dengan kondisi kronis yang diharuskan memakai obat selama beberapa puluh tahun.
(mer/ir)











































