"Di Amerika Serikat, bunuh diri adalah penyebab kematian terbanyak nomor dua kedua di antara orang berusia 14 sampai 25 tahun," ujar Maureen Dasey-Morales, psikolog dari Wichita State University, seperti dikutip dari HealthDay, Kamis (8/9/2011).
Dasey-Morales menyarankan apabila ada seseorang mencurigai kenalannya berpikiran untuk melakukan bunuh diri, sebaiknya dia tidak perlu ragu untuk langsung terlibat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesalahan lain yang masih dipercaya oleh masyarakat adalah bahwa bunuh diri hanya berisiko untuk remaja dan orang dewasa muda yang lemah atau egois.
"Kenyataannya adalah bahwa kebanyakan orang yang berpikir untuk menyakiti diri sendiri merasa orang lain akan lebih baik tanpa dia, atau entah bagaimana, ia merasa tidak ada jalan keluar bagi permasalahannya. Jadi, yang bisa dilakukan untuk membantu mereka adalah dengan cara menanamkan harapan," katanya.
Menurut Dasey-Morales, ketika seorang remaja atau orang muda ingin bunuh diri, ada sejumlah peringatan yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Penarikan dari teman-teman dan kegiatan yang biasa dilakukan
2. Perubahan suasana hati
3. Merencanakan untuk menyakiti diri sendiri
4. Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan
5. Mengekspresikan perasaan ingin mati atau melarikan diri
6. Impulsifitas
"Yang paling penting adalah bahwa kaum muda yang memiliki pikiran untuk bunuh diri tidak harus berjuang sendirian, dan mereka harus dibuat sadar akan pilihan yang tersedia bagi mereka untuk mendapatkan bantuan," Dasey-Morales menyarankan.
(ir/ir)











































