Inggris Larang Anak 8 Tahun ke Bawah Main Balon Sendirian

Inggris Larang Anak 8 Tahun ke Bawah Main Balon Sendirian

- detikHealth
Senin, 10 Okt 2011 09:12 WIB
Inggris Larang Anak 8 Tahun ke Bawah Main Balon Sendirian
London - Hampir di setiap pesta ulang tahun, balon selalu jadi jarahan anak-anak kecil baik yang sudah ditiup maupun belum. Namun karena dinilai berbahaya, Inggris baru-baru ini melarang anak di bawah 8 tahun bermain balon tanpa pengawasan.

Balon, khususnya yang terbuat dari karet lateks dilaporkan sering tertelan oleh anak kecil. Baik yang belum ditiup maupun sobekan balon yang sudah meletus, jika tertelan akan sangat berbahaya karena bisa menyumbat saluran napas pada anak-anak.

Oleh karena itu dalam sebuah peraturan terbaru, pemerintah Inggris melarang orangtua memberikan mainan balon kepada anak-anak di bawah usia 8 tahun tanpa diawasi. Larangan serupa juga diberlakukan pada sejumlah mainan dan pernak-pernik yang selama ini sangat digemari anak kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Whistle blowers misalnya, yakni peluit yang kalau ditiup akan memanjang, juga tidak boleh sembarangan diberikan pada anak-anak. Bahkan batasan usianya lebih tinggi yakni 14 tahun, sedangkan untuk anak yang lebih kecil harus diawasi oleh orangtua.

Menurut aturan tersebut, boneka soft-toys yang terbuat dari bahan lembut seperti wool atau beludru hanya dikatakan aman untuk anak jika bahannya bisa dicuci ulang sesering mungkin. Selama ini, mainan seperti itu mudah rusak jika dicuci sehingga jarang dibersihkan dan mudah menularkan kuman.

Mengomentari berbagai larangan tersebut, pakar tumbuh kembang dari University of Kent, Prof Frank Furedi menilainya terlalu berlebihan. Terlalu mengatur kehidupan anak kecil akan membatasi kesempatannya untuk mencoba-coba, belajar dan bergembira.

"Mainan seperti halnya balon adalah sarana bagi anak-anak untuk bermain dan bisa membatu mereka untuk tumbuh secara mandiri, tidak tergantung orang lain. Larangan ini akan membatasi pengalaman tersebut," ungkap Prof Ferudi seperti dikutip dari Telegraph, Senin (10/10/2011).


(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads