Para peneliti di Eropa telah mengetes 33 orang remaja pada tahun 2004 ketika remaja masih berusia 12 hingga 16 tahun. Para remaja ini diberikan tes yang sama empat tahun kemudian, yaitu ketika mereka berusia 15 hingga 20 tahun. Mereka juga menjalani scan otak untuk meneliti struktur otaknya.
Hasilnya, ditemukan bahwa terdapat perbedaan nilai IQ pada tahun 2008 dengan 2004. Beberapa remaja meningkat nilai IQ-nya sebanyak 20 poin, sedangkan yang lainnya turun dengan jumlah yang sama. Skor rata-rata tes IQ adalah sekitar 100.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sekarang harus lebih berhati-hati untuk menilai performa yang rendah jika pada kenyataannya IQ para remaja dapat meningkat secara signifikan beberapa tahun kemudian," imbuhnya seperti dikutip dari HuffingtonPost, Kamis (20/10/2011).
Para peneliti juga menemukan bahwa scan otak berhubungan dengan perubahan IQ. Bagi orang-orang yang IQ verbal-nya bagus, materi abu-abu di otak yang bertanggung jawab mengartikulasikan perkataan meningkat. Sementara untuk peningkatan IQ non-verbal, wilayah abu-abu otak yang berhubungan dengan gerakan tanganlah yang meningkat.
"Hasil penelitian ini benar-benar menarik. Orang berpikir bahwa IQ cenderung tetap atau stabil sejak masa kanak-kanak, tapi ada bukti bahwa terjadi perubahan dan berlanjut hingga remaja," kata John Gabrieli, iluwan neuroscience di Massachusetts Institute of Technology yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Standar IQ menurut skala Stanford-Binet adalah:
IQ normal di kisaran 85-115.
IQ di atas 135 dikategorikan cerdas tapi jumlahnya hanya 1 persen saja populasi di dunia.
IQ rendah adalah yang memiliki tingkat IQ di bawah 70. Orang ber-IQ rendah biasanya sulit berkomunikasi dengan orang lain yang biasanya disebut keterbelakangan mental.
Separuh (50%) populasi di dunia memiliki IQ rata-rata di kisaran 90-110, sebesar 25% memiliki IQ di atas rata-rata itu dan 25% populasi di dunia memiliki IQ di bawahnya.
(ir/ir)










































