Dekat Dengan Guru Lindungi Anak Jadi Target Kenakalan

Dekat Dengan Guru Lindungi Anak Jadi Target Kenakalan

- detikHealth
Jumat, 28 Okt 2011 08:33 WIB
Dekat Dengan Guru Lindungi Anak Jadi Target Kenakalan
Jakarta - Agresi atau umum disebut sebagai kenakalan anak-anak di sekolah lumrah ditemui. Agresi dianggap wajar selama tidak mengganggu dan merugikan teman-temannya. Anak yang dekat dengan gurunya ternyata lebih kecil kemungkinannya berbuat nakal atau menjadi terget kenakalan teman-temannya.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Quebec di Montreal, Laval University, University of Alabama, University of Montreal dan University College Dublin menyimpulkan bahwa anak-anak yang memiliki hubungan baik dengan gurunya dapat terlindungi dari agresi dan menjadi target agresi di sekolah.

"Perilaku agresif pada pertengahan masa kanak-kanak sebagian dijelaskan karena faktor genetik, namun pengaruh genetik terhadap perilaku biasanya tidak bebas dari pengaruh lingkungan," kata Mara Brendgen, profesor psikologi di University of Quebec di Montreal yang memimpin penelitian seperti dilansir ScienceDaily, Jumat (28/10/2011).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti mengamati 217 pasang anak kembar identik dan tak identik (kembar fraternal) berusia 7 tahun di Kanada untuk menyelidiki interaksi antara faktor bawaan dan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi agresi pada anak. Pasangan kembar tidak berada di kelas yang sama, memiliki guru yang berbeda dan teman sekelas yang berbeda.

Teman sekelas menilai perilaku agresif si kembar dan sejauh mana ia menjadi korban agresifitas teman-temannya. Guru si kembar menilai kualitas hubungan si kembar dengan pasangan kembarnya. Efek genetik agresi diukur dengan membandingkan kesamaan perilaku pasangan kembar identik dan fraternal.

Kajian ini menemukan bahwa anak-anak yang secara genetik rentan menjadi agresif cenderung menjadi korban oleh teman sekelasnya. Namun, anak-anak ini dilindungi dari bertindak agresif dan menjadi target agresi anak-anak lain jika memiliki hubungan yang sangat baik dengan gurunya. Hubungan baik tersebut didefinsiakan sebagai hubungan yang hangat, penuh kasih sayang, dan komunikasi yang terbuka.

"Hubungan anak dengan guru dan dengan teman sebaya di sekolah memainkan peran penting dalam membentuk perilaku sosialnya. Kajian kami menemukan bahwa hubungan yang baik dengan guru dapat melindungi anak-anak yang rentan bertindak agresif dan menjadi target perilaku agresif anak-anak lain," kata Brendgen.

Temuan ini dapat menginformasikan intervensi yang bertujuan untuk mengatasi agresi anak-anak, dan juga dapat digunakan dalam upaya pelatihan guru.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads