Jumat, 28 Okt 2011 14:01 WIB

Pil KB Jenis Baru Dapat Sebabkan Pembekuan Darah

- detikHealth
Jakarta - Sebuah kajian yang diterbitkan di British Medical Journal menegaskan bahwa pil kontrasepsi jenis tertentu berisiko tinggi menyebabkan pembekuan darah serius yang disebut vena tromboemboli (VTE).

Ketika sebuah gumpalan terbentuk di pembuluh darah, sebagian dari bekuan akan mengalir ke bagian lain tubuh. Jika bekuan berjalan ke paru-paru atau otak, dapat mengakibatkan kematian.

Dr √ėjvind Lidegaard dari University of Copenhagen yang memimpin penelitian mengatakan bahwa konsumsi pil kontrasepsi yang mengandung salah satu jenis hormon progestogen baru seperti drospirenone, desogestrel, atau gestodene, dapat meningkatkan risiko VTE dua kali lipat daripada pil yang mengandung progestogen versi lama yang disebut levonorgestrel.

Drospirenone banyak ditemukan dalam pil kontrasepsi baru yang bermerek seperti Beyaz, Gianvi, Loryna, Ocella, Safyral, Syeda, Yasmin, Yaz dan Zarah.

Sebelumnya, FDA di AS telah mengkaji riwayat medis lebih dari 800.000 perempuan yang menggunakan pil KB berbeda antara tahun 2001 dan 2007. Rata-rata perempuan yang mengambil pil KB jenis baru memiliki risiko 75 persen lebih besar mengalami pembekuan darah daripada wanita yang mengonsumsi obat kontrasepsi lama.

Lidegaard dan rekan kemudian melakukan penelitian dalam skala besar untuk menilai risiko VTE bagi wanita yang menggunakan kontrasepsi oral dengan progestogen yang berbeda.

Para peneliti meninjau data pola kontrasepsi hormonal dan VTE para perempuan Denmark berusia 15 dan 49 tahun yang tidak sedang hamil dari bulan Januari 2001 sampai Desember 2009. Para peserta tidak memiliki riwayat kesehatan penggumpalan darah atau kanker sebelum penelitian ini dimulai.

Dibandingkan dengan bukan pengguna kontrasepsi hormonal, pil dengan kandungan levonorgestrel meningkatkan risiko VTE tiga kali lipat. Sedangkan drospirenone, desogestrel atau gestodene meningkatkan risiko VTE sebanyak enam kali lipat.

Tim peneliti menilai lebih dari delapan juta tahun wanita yang mengalami 4.246 kejadian pertama VTE. Artinya, ada sekitar 2.000 perempuan harus beralih menggunakan kontrasepsi yang mengandung desogestrel, gestodene atau drospirenone dengan yang mengandung levonorgestrel untuk mencegah satu kejadian VTE dalam satu tahun.

"Sulit untuk tidak menyimpulkan bahwa kombinasi kontrasepsi oral yang mengandung desogestrel, gestodene, atau drospirenone memberikan risiko tromboemboli vena yang lebih tinggi dibandingkan dengan levonorgestrel. Banyak dokter akan memilih untuk meminimalkan risiko dengan resep kombinasi kontrasepsi oral yang mengandung levonorgestrel bila memungkinkan," kata Dr. Philip Hannaford dari University of Aberdeen seperti dilansir esciencenews.com, Jum'at (28/10/2011).

Hannaford juga menekankan agar risiko penggunaan pil kontrasepsi tidak perlu dibesar-besarkan. Kontrasepsi oral sangat aman dan dapat memberikan manfaat jangka panjang berkaitan dengan kanker dan kematian.

(ir/ir)