Di samping berbagai keuntungan lain seperti punya jam tidur yang lebih malam dan tidak ada yang berani menyuruh-nyuruh, anak pertama ternyata memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan saudara-saudaranya.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh peneliti yang sama menganalisis data lebih dari 100.000 orang Norwegia dan menemukan bahwa anak pertama memiliki IQ 2,3 poin lebih tinggi daripada saudara-saudaranya yang lebih muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah dua penelitian mengenai urutan kelahiran dan kecerdasan yang paling penting selama 75 tahun terakhir," kata psikolog Frank Sulloway dari University of California, Berkeley seperti dikutip dari LiveScience, Sabtu (5/11/2011).
Peneliti juga membandingkan antara anak yang kehilangan saudara yang lebih tua kemudian diperlakukan sebagai anak sulung dengan anak yang benar-benar dilahirkan pertama kali. Para peneliti menemukan bahwa IQ kedua kelompok tersebut sama.
"Anak kedua yang kehilangan kakaknya dan menjadi anak pertama memiliki IQ yang sama dengan anak pertama," kata Sulloway.
Penelitian kedua yang dilakukan Sulloway ini adalah untuk menanggapi kritik dari penelitian pertama yang menyatakan bahwa hasil temuan tersebut bisa saja dipengaruhi faktor lain seperti ukuran keluarga dan IQ orangtua.
Sulloway memiliki teori untuk menjelaskan hasil penelitian terbaru ini. Ia mengusulkan bahwa saudara yang lebih tua menjadi guru bagi adik-adiknya sehingga memperkuat pembelajaran mereka sendiri. Namun bukti langsung untuk teori ini masih kurang.
Kenyataannya, sang adik memulai kehidupannya dengan IQ yang lebih tinggi. Anak yang lebih muda belum menguasai keterampilan seperti yang dimiliki kakaknya, maka anak yang lebih muda tidak perlu bersusah payah mempelajarinya sendiri dan akan diajari oleh kakanya. Maka bisa dikatakan bahwa anak yang lebih muda justru menurunkan lingkungan belajar saudaranya yang lebih tua.
"Setiap kali ada anak lagi yang lahir, hal itu menurunkan lingkungan intelektual setiap orang dalam keluarga," kata Sulloway.
Tapi pada usia sekitar 12 tahun, kecenderungan berbalik dan anak pertama menyalip adik-adiknya. Sulloway menunjukkan bahwa meskipun saudara tua lebih tinggi IQ nya karena waktu yang dicurahkan untuk belajar dihabiskan di tempat lain selain bersama adik-adiknya. Hal ini menyebabkan sang adik mungkin unggul dalam bidang lain seperti seni atau olahraga.
(ir/ir)











































