"Sudah ada evaluasi dari tim ahli yang terdiri dari dokter anak mengenai KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dan sudah dipastikan bukan karena vaksin," ujar Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DrPh disela-sela acara The 5th International Eijkman Conference di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (10/11/2011).
Kedua balita yang meninggal itu adalah Hanif yang divaksin di Kelurahan Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi dan meninggal beberapa jam kemudian dalam perawatan Rumah Sakit Mekarsari, Bekasi Timur, serta Isma yang mendapat vaksin di Kelurahan Telukpucung, Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menkes menuturkan kejadian ini dikarenakan adanya infeksi di otak anak tersebut yang kelihatannya tidak diketahui sebelum ia divaksin. Dan kebetulan kejadian ini terjadi secara bersamaan.
"Karena kita ada berapa juta anak yang divaksin dan kebetulan pada ketika itu anak tersebut sakit dan meninggal karena infeksi di otaknya," ungkap Menkes.
Menkes mengungkapkan program vaksinasi atau imunisasi ini sangat penting dalam menyelamatkan anak-anak di Indonesia, karena jika banyak anak yang tidak divaksin maka nantinya akan ada banyak anak-anak yang akan meninggal.
"Kalau memang ada kekeliruan, maka kita tentu akan menjelaskan dan kita tidak akan menyembunyikannya. Program ini betul-betul bukan untuk keuntungan kita, tapi ini untuk adik-adik Anda atau anak-anak Saudara," ujar Menkes.
"Jadi vaksinnya aman," ujar Menkes sambil memastikan program imunisasi balita akan jalan terus.
(ver/ir)











































