Makan Plasenta Bisa Perbanyak Air Susu Ibu

Makan Plasenta Bisa Perbanyak Air Susu Ibu

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jumat, 09 Mar 2012 13:38 WIB
Makan Plasenta Bisa Perbanyak Air Susu Ibu
Caroline Baddiley (dok. dailymail)
London - Plasenta atau ari-ari biasanya dikubur usai ibu melahirkan bayinya. Tapi sebenarnya plasenta bisa dikonsumsi yang berkhasiat meningkatkan produksi ASI dan mengurangi depresi pasca melahirkan.

Plasenta dipercaya mengandung banyak gizi yang bermanfaat untuk tubuh. Lantas apakah Anda mau makan plasenta sendiri? Jika iya, seorang bidan dapat menyediakannya dalam bentuk kapsul, yang diklaim dapat meningkatkan produksi ASI.

Bidan Baddiley bersedia mengolah plasenta ibu melahirkan menjadi kapsul. Jadi jika ibu melahirkan berminat, plasentanya bisa diberikan langsung ke bidan untuk diolah menjadi kapsul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan membayar 175 pounsterling (sekitar Rp 2,5 juta), bidan Caroline Baddiley bisa menyediakannya untuk Anda dalam berbentuk kapsul.

Bidan Baddiley akan mengumpulkan plasenta ibu baru dalam beberapa jam setelah bayi dilahirkan. Ia kemudian akan memasaknya dalam steamer, mengeringkan dan menggilingnya hingga menjadi bubuk yang dapat dengan mudah dicerna dalam bentuk kapsul.

Plasenta diklaim memiliki beberapa manfaat bila dikonsumsi, seperti meningkatkan produksi ASI (air susu ibu) dan mengurangi risiko depresi post-natal (pasca melahirkan).

Pelayanan ini dilakukan bidan Baddiley secara personal dan dalam sekali persalinan ia bisa menyediakan hingga 120 kapsul plasenta.

"Plasenta merupakan sumber yang kaya hormon dan bahan kimia bermanfaat, karena itulah saya berpikir untuk mengolahnya dan beberapa faktor tersebut dapat kembali ke ibu. Manfaat jika mereka mengonsumsi didokumentasikan dengan baik," jelas bidan Caroline Baddiley, seperti dilansir Dailymail, Jumat (9/3/2012).

Menurut bidan Baddiley, mengonsumi plasenta dalam bentuk kapsul tentu lebih menarik dan enak ketimbang harus mengonsumsinya secara langsung. Pelanggannya tidak perlu repot dan merasakan bau sama sekali.

Untuk menjalani layanan ini, bidan Baddiley harus lulus tes kebersihan makanan yang ketat. Dan setelah usahanya tampil di sebuah film dokumenter televisi baru-baru ini, permintaan pun meningkat 3 kali lipat.

"Calon ibu harus menandatangani perjanjian dengan saya dan segera setelah melahirkan, suami mereka akan menelepon saya dan saya akan pergi untuk mengumpulkan plasenta," jelas bidan Baddiley.

Ia akan membawanya pulang dan memasaknya selama 20 menit dalam steamer. Plasenta yang sudah masak kemudian diiris dan dimasukkan ke dalam mesin pengering makanan selama 12 jam dan kemudian akan dihaluskan dalam mesin penggiling kopi agar menjadi bubuk halus.

Bidan Baddiley juga menggunakan mesin untuk menaruh bubuk ke dalam kapsul dan menyimpannya rapi di dalam toples, lalu mengirimkannya melalui pos kepada sang ibu.





"Kapsul ini terlihat seperti obat herbal. Sebuah plasenta besar akan bisa diolah menjadi 90 hingga 120 kapsul," jelasnya.

Kapsul plasenta merupakan gagasan Amerika Lynnea Shrief yang membentuk Independent Placenta Encapsulation Network dua tahun lalu.

Di alam liar, mamalia menggigit melalui tali pusat dan makan plasenta langsung setelah kelahiran.

(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads