Bila Ibu Hamil Terserang TBC

Bila Ibu Hamil Terserang TBC

- detikHealth
Selasa, 27 Mar 2012 13:57 WIB
Bila Ibu Hamil Terserang TBC
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Ibu hamil membutuhkan makanan bergizi untuk pertumbuhan sehat ia dan bayi yang dikandungnya. Sedangkan kebanyakan pasien tuberkulosis (TB atau TBC) akan mengalami kekurangan gizi. Lantas bagaimana bila seorang ibu hamil terserang kuman TBC?

Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat menyajikan tantangan besar untuk pasien, terlebih bila pasien sedang hamil. TB harus menjadi perhatian bagi wanita sebelum konsepsi (pembuahan), selama kehamilan dan pada periode menyusui.

Tuberkulosis yang terjadi di daerah kelamin diketahui sebagai penyebab infertilitas pada wanita. Infeksi Tuberculer salpingitis adalah infeksi tuberkulosis yang terjadi pada saluran telur (tuba Fallopi) yang menyebabkan penyumbatan dan peradangan berikutnya di bagian yang dilalui ovum dalam rongga rahim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika seorang wanita hamil dan menderita TB, diagnosis sering akan terlambat. Hal ini karena sebagian besar gejala TB meniru gejala kehamilan, seperti lesu, kehilangan nafsu makan, kelelahan, sehingga sering diabaikan oleh dokter dan anggota keluarga, seperti dilansir onlymyhealth, Selasa (27/3/2012).

Jika gejala menetap atau wanita hamil mengalami batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu, maka diagnosis TB harus dupikirkan. Seorang wanita hamil harus mendapatkan tes darah dan tes dahak. Sinar X, jika diperlukan, harus dilakukan setelah melindungi janin dengan perisai timbal di atas perut untuk mencegah efek berbahaya dari radiasi.

Pengobatan TB pada kehamilan terdiri dari obat-obatan, makanan, udara segar dan sikap positif. Obat-obatan standari lini pertama aman dan tidak membahayakan bagi bayi dan pasien. Wanita hamil juga harus diberi konseling mengenai efek samping dari obat-obatan. Fungsi hati dan penglihatan harus diuji secara berkala.

Ibu hamil harus benar-benar patuh menjalani pengobatan TB lini pertama, karena bila tidak bisa terjadi resistensi atau kebal obat (Multiple Drug Resistance atau MDR-TB). MDR-TB pada kehamilan pada kehamilan dapat menimbulkan tantangan yang sangat besar karena obat lini kedua dapat beracun dan sangat berbahaya bagi bayi yang belum lahir.

Jika seorang wanita menderita MDR-TB selama awal kehamilan, dia harus diberikan pilihan untuk aborsi terapeutik. Namun jika terjadi saat usia kandungan sudah besar, pengobatan dimodifikasi harus direncanakan untuknya.

Setelah bayi lahir, ibu tak perlu khawatir karena bayi tidak bisa terkena TB dari ASI. Bayi bisa terkena TB tetapi dari bakteri dalam napas. Jadi ibu harus menyusui setelah menggunakan masker pada wajah.





(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads