Hore! ASI Turunkan Risiko Obesitas Anak

Hore! ASI Turunkan Risiko Obesitas Anak

- detikHealth
Kamis, 01 Nov 2012 15:27 WIB
Hore! ASI Turunkan Risiko Obesitas Anak
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Jika anak-anak tumbuh obesitas, maka kondisi ini bisa dirunut asal-usulnya sejak sang ibu masih hamil. Biasanya, sang ibu juga mengalami kelebihan berat badan atau merokok selama hamil.

Beruntung sebuah studi dari AS mengungkap bahwa kedua kondisi ini bisa diimbangi dengan pemberian ASI pada anak.

"Banyak hal kompleks yang mempengaruhi perkembangan anak, mulai dari kondisi genetik hingga gaya hidup orang tua," tandas peneliti Stephen Weng dari School of Nursing, Midwifery and Physiotherapy, Nottingham University.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan review dan analisis data dari 30 studi sebelumnya yang melibatkan 200.000 orang ditemukan bahwa anak-anak yang mengalami obesitas sejak berusia lima tahun lebih cenderung tumbuh dewasa dengan kondisi yang sama.

Dari studi-studi itu juga terkumpul berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi bayi selama 12 bulan pertama kehidupannya dan potensinya mengalami obesitas sejak dini.

Anak yang ibunya obesitas sebelum hamil 1,37 kali lebih mungkin mengalami hal yang sama saat mencapai usia 3 tahun; 4,25 kali lebih cenderung obesitas di usia 7 dan 2,36 kali lebih cenderung kegemukan saat berusia 9 dan 14 tahun.

6 dari 7 studi yang mengamati bobot bayi saat lahir juga menunjukkan adanya kaitan yang signifikan antara bayi yang lahir dengan bobot tinggi dan obesitas ketika si bayi tumbuh menjadi anak-anak.

Penambahan berat badan yang cepat di tahun pertama juga seringkali berujung pada obesitas. Hal ini dipastikan satu studi yang menunjukkan bahwa bayi yang mengalami penambahan berat badan paling banyak di tahun pertama kehidupannya hampir 4 kali lipat lebih cenderung mengalami obesitas pada usia 4 tahun.

Namun tak hanya itu saja, pemberian makanan padat terlalu dini ternyata juga ada kaitannya dengan obesitas.

Pasalnya sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang diberi susu formula dan makanan padat sebelum berusia 4 bulan 6 kali lebih mungkin mengalami kegemukan ketika berusia 3 tahun ketimbang bayi yang baru diberi makanan padat saat menginjak usia antara 4-5 bulan.

Ibu yang merokok sendiri meningkatkan risiko anak untuk mengalami obesitas sebesar 47,5 persen. "Kendati begitu, merokok hanyalah indikator terbaik untuk mengetahui karakteristik sosial dan gaya hidup orangtua dan pengaruhnya terhadap kesehatan si anak," terang Weng seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (1/11/2012).

(vit/up)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads