Senin, 17 Des 2012 07:30 WIB

Ini Dia Strategi Memerah ASI di Tempat Kerja

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock) Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Pekerjaan sebaiknya jangan dijadikan alasan yang menghalangi ibu bekerja untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada anaknya selama 6 bulan. Di tempat kerja atau kantor, ibu dapat memerah ASI dan disimpan dalam kulkas untuk diberikan kepada si buah hati di rumah.

Menurut pakar laktasi, dr Wiyarni Pambudi, SpA yang akrab disapa dengan nama dr Wiwin, ibu menyusui yang tinggal di rumah perlu memerah ASI paling tidak setiap 8 jam sekali. Tujuannya agar payudara lebih nyaman, mencegah mastitis atau peradangan jaringan payudara, menjaga produksi ASI dan menghindari pemberian produk pengganti ASI.

Sedangkan pada ibu bekerja, memerah ASI perlu dilakukan setiap 3 - 4 jam sekali atau sesuai dengan kebiasaan menyusui bayi. Tujuannya adalah untuk menyiapkan stok ASI pada hari kerja berikutnya untuk bayi di rumah. Saat weekend, sebaiknya bayi langsung diberi ASI segar dari ibunya karena kandungan nutrisinya lebih bagus.

"Saya menganjurkan untuk memerah ASI dengan tangan karena lebih alami, payudara lebih nyaman dan tidak tergantung listrik atau baterai. Namun ini perlu latihan," kata dr Wiwin dalam seminar 'Kiat Sukses Memberikan ASI bagi Ibu Bekerja' yang diselenggarakan Sentra Laktasi Indonesia di Gedung Kemenkes RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, dan ditulis pada Senin (17/12/2012).

Saat ini memang sudah ada peralatan pompa ASI yang bisa membantu ibu memerah ASI. Alat ini seringkali digunakan karena lebih praktis penggunaannya dan hemat waktu. Hanya saja, alat ini seringkali kurang luwes karena harus ditenteng ke mana-mana kalau mau memerah ASI.

Setelah menemukan tempat yang nyaman untuk memerah ASI, adakalanya para ibu masih merasa kurang lega dan tidak lancar pengeluaran ASI-nya. Untuk merangsang pengeluaran ASI, dr Wiwin memberikan strategi memancing ASI lewat metode Let Down Reflex.

"Strategi setiap ibu itu unik dan spesial, jadi penerapannya bisa berbeda-beda. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, yaitu lewat strategi Sight, Smell, Touch, Taste, Hearing dan Mind," terang dr Wiwin.

Strategi sight adalah melihat foto bayi yang disimpan di dalam handphone atau yang dicetak. Strategi smell dengan cara mencium aroma-aroma khas bayi seperti bedak bayi. Strategi touch adalah meraba payudara seolah-olah bayi sedang menyusui, strategi taste dengan cara merasakan kenyamanan ruangan, strategi hearing adalah dengan memutar suara-suara ocehan bayi dan strategi mind adalah membayangkan bayinya sendiri.

Para ibu dapat menggunakan strategi manapun yang dirasa nyaman dan efektif. Yang jelas, ruangan yang nyaman dan bebas gangguan seperti ruangan khusus menyusui adalah syarat utama agar proses memerah ASI ini dapat berjalan dengan baik.

Setelah diperah, ASI sebaiknya disimpan dalam wadah botol kaca, stainless atau plastik khusus foodgrade. Pada suhu ruang sekitar 23 -25 derajat Celcius, ASI hanya bisa awet selama 4- 6 jam saja. Pada suhu 15 derajat Celcius, ASI dapat bertahan sampai 24 jam. Pada suhu kulkas sekitar 4 derajat Celcius, ASI akan bertahan sampai 3 - 8 hari.

"Sebaiknya gunakan strategi kejar tayang saja. Jadi kalau bisa berikan ASI yang masih segar walau ada yang sudah disimpan. Saat weekend tak perlu memerah ASI sebab langsung disusui. ASI yang diperah pada hari Sabtu dan disimpan bisa diberikan pada hari Senin," terang dr Wiwin.




(pah/vit)