Ibu-ibu 'Baik Hati' yang Rela Menyusui Hewan dari Payudaranya Sendiri

Ibu-ibu 'Baik Hati' yang Rela Menyusui Hewan dari Payudaranya Sendiri

- detikHealth
Jumat, 04 Jan 2013 12:06 WIB
Ibu-ibu Baik Hati yang Rela Menyusui Hewan dari Payudaranya Sendiri
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

1. Chouthi Bai

Chouthi Bai (Foto: reuters)
Dalam tayangan video yang dimuat Reuters, terlihat bagaimana Chouthi Bai, seorang wanita asal desa Kilchu, Rajasthan, India, menyusui anak sapi yang kehausan.

Bai menyusui anak sapi sambil menjaga anaknya yang paling kecil. Si anak sapi terlihat begitu lahap menghisap air susu Bai. Bai mulai menyusui anak sapi setelah induk si sapi mati tiga hari pasca melahirkan. Sejak saat itu, Bai mengenakan pakaian, menyusui, memberi makan serta membesarkan anak sapi sepertinya anaknya sendiri.

2. Terri Graham

Terri Graham (Foto: closer)
Terri Graham tak bisa menyusui anak-anaknya. Tetapi kini ia merasa menjadi ibu sesungguhnya dan memenuhi keinginannya tersebut dengan menyusui anjingnya yang bernama Spider.

Terri Graham (44 tahun) menyadari orang mungkin akan menganggapnya aneh, tapi ia bersikeras untuk tetap menyusui anjing peliharaannya karena hal itu membuatnya merasa menjadi seorang ibu yang lebih baik.

3. Jiao Xinzhen

Jiao Xinzhen (Foto: europics)
Hidup pasangan suami istri asal Nanyang, China, Huang Aiqing (34 tahun) dan istrinya Jiao Xinzhen (27 tahun) selalu dikelilingi anak-anak monyet. Dengan kasih sayang, sang suami menghidupi anak monyet dengan memberi makan, sedangkan sang istri menyusui langsung dari payudaranya.

"Saya merasa mereka seperti anak-anak saya. Seringkali, beberapa anak monyet menyelinap ke kasur di malam hari untuk menyusu di payudara saya," ujar Jiao.

4. Hla Htay

Hla Htay (Foto: oddee)
Merawat harimau saja sudah menakutkan, apalagi menyusuinya di payudara sendiri. Tapi itulah yang dilakukan Hla Htay, wanita 40 tahun yang bekerja di Yangon Zoological Gardens, Burma.

Htay mengaku kasihan pada anak-anak harimau tersebut, sehingga bersedia memberikan ASI dari payudaranya sendiri sampai si anak harimau tersebut tumbuh gigi.

5. Wanita suku Awa-Guaja

Wanita suku Awa-Guaja (Foto: oddee)
Di barat laut negara bagian Maranhao, hiduplah Awa-Guaja, salah satu suku nomaden terakhir di Amerika. Kedekatannya dengan alam begitu kuat sehingga membuat para perempuan pribumi rela menyusui bayi-bayi hewan yang tak memiliki induk dengan payudaranya sendiri.
Halaman 2 dari 6
Dalam tayangan video yang dimuat Reuters, terlihat bagaimana Chouthi Bai, seorang wanita asal desa Kilchu, Rajasthan, India, menyusui anak sapi yang kehausan.

Bai menyusui anak sapi sambil menjaga anaknya yang paling kecil. Si anak sapi terlihat begitu lahap menghisap air susu Bai. Bai mulai menyusui anak sapi setelah induk si sapi mati tiga hari pasca melahirkan. Sejak saat itu, Bai mengenakan pakaian, menyusui, memberi makan serta membesarkan anak sapi sepertinya anaknya sendiri.

Terri Graham tak bisa menyusui anak-anaknya. Tetapi kini ia merasa menjadi ibu sesungguhnya dan memenuhi keinginannya tersebut dengan menyusui anjingnya yang bernama Spider.

Terri Graham (44 tahun) menyadari orang mungkin akan menganggapnya aneh, tapi ia bersikeras untuk tetap menyusui anjing peliharaannya karena hal itu membuatnya merasa menjadi seorang ibu yang lebih baik.

Hidup pasangan suami istri asal Nanyang, China, Huang Aiqing (34 tahun) dan istrinya Jiao Xinzhen (27 tahun) selalu dikelilingi anak-anak monyet. Dengan kasih sayang, sang suami menghidupi anak monyet dengan memberi makan, sedangkan sang istri menyusui langsung dari payudaranya.

"Saya merasa mereka seperti anak-anak saya. Seringkali, beberapa anak monyet menyelinap ke kasur di malam hari untuk menyusu di payudara saya," ujar Jiao.

Merawat harimau saja sudah menakutkan, apalagi menyusuinya di payudara sendiri. Tapi itulah yang dilakukan Hla Htay, wanita 40 tahun yang bekerja di Yangon Zoological Gardens, Burma.

Htay mengaku kasihan pada anak-anak harimau tersebut, sehingga bersedia memberikan ASI dari payudaranya sendiri sampai si anak harimau tersebut tumbuh gigi.

Di barat laut negara bagian Maranhao, hiduplah Awa-Guaja, salah satu suku nomaden terakhir di Amerika. Kedekatannya dengan alam begitu kuat sehingga membuat para perempuan pribumi rela menyusui bayi-bayi hewan yang tak memiliki induk dengan payudaranya sendiri.

(mer/vit)

Berita Terkait