Sakit kronis setelah persalinan memang kadang ditemui, tapi perubahan biologis tertentu dapat mencegah perkembangan rasa nyeri setelah melahirkan. Hal ini diungkapkan dari hasil 2 studi berbeda.
Pada studi pertama peneliti mewawancarai lebih dari 1.200 perempuan. Diketahui sekitar 1,8 persen perempuan masih merasa sakit dan nyeri hingga 6 bulan kemudian, dan 0,3 persen perempuan sakit hingga setahun. Hasil studi ini diterbitkan dalam jurnal Anesthesiology.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu dalam studi laboratorium yang menyertai diungkapkan perlindungan alami ini diharapkan bisa memberikan bantuan dalam mengembangkan pengobatan untuk mencegah sakit kronis yang terjadi setelah trauma atau pembedahan akibat persalinan.
Penelitian laboratorium ini menunjukkan peningkatan konsentrasi hormon cinta atau oksitosin di otak dan sumsum tulang belakang setelah ibu melahirkan bisa memberikan perlindungan terhadap rasa sakit kronis.
"Oksitosin dalam otak dianggap penting untuk membentuk ikatan ibu dan anak, kepercayaan, cinta dan keterlibatan sosial. Hasil ini menunjukkan lonjakan oksitosin saat melahirkan bisa mempercepat pemulihan rasa sakit ketika persalinan," ujar Eisenach yang juga editor-in-chief of Anestesiologi.
Hasil kedua studi ini memberikan informasi baru yang penting untuk memahami proses penyembuhan nyeri kronis setelah melahirkan. Serta memberikan pemahaman lebih dan bisa menjadi petunjuk untuk target terapi dalam mencegah sakit kronis di masa depan.
(ver/)











































