ADVERTISEMENT

Jumat, 13 Sep 2013 10:03 WIB

Tak Ingin Anaknya Manja, Ibu Lakukan Kebohongan Lebih dari 10 Tahun

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/ Thinkstock
Beijing - Beda orang tua, beda pula cara pengasuhan dan pendidikan yang diterapkan pada anak-anaknya. Namun apa yang dilakukan ibu ini cukup ektrem. Selama lebih dari sepuluh tahun dia membohongi anaknya dengan mengatakan bahwa dirinya bukanlah ibu kandung dari anak tersebut. Tujuannya: membuat anak mandiri.

Shenyang Evening News melaporkan seorang perempuan China, Shen, memutuskan untuk membohongi anaknya, Cheng Cheng, bahwa anak itu bukanlah anak kandungnya. Cerita bohong itu diucapkan Shen saat putrinya duduk di kelas 4 SD. Dia tidak ingin anaknya tumbuh menjadi anak manja dan sombong, lantaran Cheng Cheng dibesarkan di tengah keluarga yang berada.

Mulanya Cheng Cheng tidak percaya dengan cerita itu. Namun setelah diberi tahu bahwa ibu kandungnya telah meninggal, Cheng Cheng mulai belajar keras. Dia pun tumbuh menjadi anak yang patuh.

Cheng Cheng lantas memilih untuk masuk ke asrama karena ingin hidup mandiri saat kuliah. Gadis itu diterima di Dalian Jiaotong Universit dengan beberapa beasiswa. Bahkan dia lulus dengan nilai tinggi dan mendapat posisi yang baik saat bekerja di sebuah perusahaan software di Shanghai. Demikian dikutip dari news.com.au, Jumat (13/9/2013).

Melihat anaknya telah sukses, sang ibu lalu mengungkap cerita sebenarnya. Dia mengatakan bahwa dirinya adalah benar ibu kandung Cheng Cheng. Meski demikian dia tidak menyesal telah menyimpan kebohongan selama bertahun-tahun. Sebab kebohongan itu justru memberi dampak yang baik pada anaknya.

"Anak saya itu cantik. Dia juga sukses dalam karirnya, punya gaji Rp 11 juta setiap bulannya, dan sekarang dia sudah menikah dengan laki-laki yang baik," ucap Shen.

"Banyak orang yang tidak setuju dengan metode saya, tapi jika saya katakan yang sebenarnya pada anak saya, dia pasti jadi puas dengan lingkungannya yang sudah enak. Dia tidak akan punya motivasi dan mendapatkan apa yang dia dapat sekarang," sambung Shen.'

Yang tidak setuju dengan metode pengasuhan Shen menyebut Shen terlalu berlebihan. Xiao Wang, seorang lulusan perguruan tinggi, mengatakan jika melihat kasus itu dari sudut pandang sang anak, tentu si anak merasa hidupnya demikian berat. Sebab cinta dan kasih sayang ibu itu tak tergantikan bagi anak.

"Cheng Cheng mungkin sudah berhasil sekarang, tapi mengetahui telah dibohongi oleh ibunya sendiri selama bertahun-tahun mungkin telah meninggalkan bekas luka (psikologis) pada dirinya," kata Xiao Wang.

Lalu apa kata psikolog? "Sangat penting untuk mendidik anak dan mengajarkan mereka nilai kemerdekaan," kata psikolog Huang Yu.

"Tapi gaya pendidikan Mrs Chen tidak sesuai untuk setiap keluarga. Kita harus juga memperhatikan pertumbuhan rohani anak, bukan sekadar prestasi akademik anak," sambung Huang Yu.

(vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT