"Faktor-faktor pengaruh obesitas pada anak ada banyak. Pertama genetik. Tapi meskipun potensi itu diturunkan dari orang tua, tetap bisa diubah. Salah satunya adalah lingkungannya, lingkungan bisa membuat anak yang berpotensi obesitas untuk tidak menjadi gemuk," kata Prof. Dr. M. Juffrie, PhD, Sp.A(K), Spesialis Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
Hal tersebut ia ungkapan dalam peluncuran susu Vitalac dari Sarihusada, di KidZania, Pacific Place, Jakarta. Acara ini diselenggarakan pada Kamis (17/10/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh buruknya adalah anak yang hobi main video game. Di sebelahnya ada cemilan, dan dia tidak berhenti ngemil. Nah, selain tubuhnya tidak bergerak, asupan karbohidratnya jadi berlebihan. Tidak heran kalau dia jadi obesitas," papar Prof Juffrie.
Prof Juffrie menambahkan tidak ada faktor utama yang mejadi musabab anak mengalami obesitas. Alasannya adalah semua memberikan kontribusi yang sama besarnya, mulai dari gen dari orang tua, gaya hidup, dan nutrisi yang dikonsumsi anak.
Dia lantas menceritakan sebuah penelitian yang pernah dilakukan di Inggris. Penelitian itu mengamati gaya hidup beberapa ibu selama hamil hingga melahirkan, selama 10 tahun. Hasil penelitian itu membuktikan, anak dengan orang tua obesitas ternyata tidak mengalami obesitas juga, sebab ia dibiasakan menjalani gaya hidup sehat, yaitu rutin berolahraga dan konsumsi nutrisi seimbang.
Sementara itu anak yang tidak memiliki sejarah obesitas dalam keluarganya, ada yang mengalami obesitas. Penyebabnya ternyata adalah sang ibu 'cuek' pada asupan nutrisi yang dikonsumsi, selama mengandung hingga anaknya lahir ke dunia. Menurut Prof. Juffrie, ini membuktkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mencegah anaknya dari obesitas.
"Semua anak mempunyai potensi yang sama untuk menjadi obesitas. Ini ibu-ibu yang ramping-ramping ini, pasti karena gaya hidupnya sehat. Kalau itu diturunkan pada anaknya, maka anak pun akan sehat. Kalau saya, dulu sih ramping. Karena harus memasukkan sesuatu (obat), makanya jadi begini, ha ha ha," ujar Prof Juffrie sambil menepuk perutnya.
(/up)











































