Senin, 21 Okt 2013 11:16 WIB

Keajaiban ASI, Bisa Menghindarkan Ibu dan Bayi dari Kanker

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Bunda, pasti sudah tahu kan kalau ASI bisa membuat anak menjadi pandai? Tapi tahukah Bunda, tidak hanya bisa membuat Anak pandai, dengan memberikan ASI eksklusif, Bunda dan sang anak kelak dapat terhindar dari beragam jenis kanker lho.

"Sayang sekali kalau ada ibu yang malas memberi ASI eksklusif atau sampai anaknya bisa makan ya udah selesai, padahal kalau dia terusin, untungnya banyak sekali. Bisa meningkatkan kualitas hidup baik ibu maupun anak," tutur dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, di acara AIMI Breastfeeding Fair, di West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Senin (21/10/2013).

dr Utami menjelaskan mengapa ASI dapat meningkatkan kualitas hidup dan merupakan standar emas makanan bayi. "Karena ada yang namanya hubungan antara pikiran dan imunitas tubuh. Menyusui dan memberikan perahan susu itu beda ya, menyusui itu keuntungannya ada tiga, hubungan antara ibu dan bayi, the unique psyhobiology of lactation state, DNA biology of human milk. Nah kalau pakai ASI perah, hanya dapat biology of human milk-nya," jelas dr Utami.

Ia juga mengatakan apabila ibu dan anak berada di satu rumah ada baiknya untuk tidak memberikan ASI perah atau bahka susu formula. Karena menurutnya, ASI selain memberikan anti-bakteri juga memberikan anti-viral yang dapat mencegah kanker dan tumor.

"Ibu-ibu yang menyusui dua tahun atau lebih akan terhindar dari kanker payudara, kanker rahim, kanker indung telur. Ini benar, saya tidak memberi anak-anak saya ASI eksklusif akhirnya sekarang kanker. Maka dari itu saya selalu keras untuk tetap memberikan ASI, agar tidak seperti saya," ujarnya.

dr Utami juga mengatakan bahwa tidak hanya terhindar dari kanker , bagi ibu yang ingin langsing setelah melahirkan, cukup dengan terus memberikan ASI maka tubuh akan menjadi lebih langsing. Selain itu, ibu akan terhindar dari risiko maternal diabetes, mengurangi risiko hipertensi, stroke, hyperlipidemiia, cardiovaskular, rheumatik, dan keropos tulang.

"Dan studi terbaru ini dari Molly Fox et All Journal of Alzheimer Disease July 2013 juga menunjukkan kalau dengan memberikan ASI eksklusif bahkan lebih itu bisa mencegah risiko alzheimer. Selain itu, ibu-ibu yang tidak menyusui dengan benar itu ternyata akan meningkatkan perilaku abuse pada anaknya. Ini benar lho, dan begitu juga anak yang tidak diberi ASI eksklusif, bisa pengaruhi perilaku dan mentalnya," ujarnya.

Keuntungan yang bisa diperoleh anak, anak-anak yang masih diberi ASI akan lebih tahan terhadap mencret, risiko paru-paru, kencing manis pada anak usia 13 sampai 15 tahun, leukimia, serta risiko kanker dan tumor lainnya pada anak kelak. Tidak hanya itu, ASI juga mampu mencegah adanya kelainan jantung, alergi, asma, dan penyakit usus bear.

Lalu kenapaw wajib usia 0 sampai 2 tahun? Karena jika ASI diberikan dengan benar, maka sel otak pada usia dua tahun akan sudah terbentuk dengan baik, sehingga anak menjadi pintar. Perlu diketahui, 15 persen sel otak pada anak akan mati jika tidak diberi ASI pada usia 0 sampai 2 tahun.

dr Utami mengatakan meski ASI baik diberikan pada usia 0 sampai 2 tahun, ada baiknya diberikan hingga lebih dari 2 tahun. Misalnya hingga usia 4 tahun atau bahkan lebih hingga sang anak sudah tidak ingin menyusui.

"Berhenti memberi ASI itu ada tiga, apabila sang ayah dan ibu sudah merasa cukup dan tidak mau, lalu apabila anak tidak mau. Tapi ada baiknya sampai anaknya tidak mau, karena kalau itu diberikan cuma karena ayah atau ibunya kan kasihan anaknya," tutur dr Utami.

dr Utami mengatakan bahwa para ibu tidak perlu khawatir apabila ASI dirasa kurang lancar ataupun sedikit. Karena hal tersebut dapat disiasati dengan melakukan pijatan laktasi. Menurutnya pijatan laktasi ini manjur membuat ASI keluar.

"Ini benar ya, saya punya teman dia usia 57 tahun, ikut pijat laktasi. Hasilnya? ASI-nya keluar. Itu nenek-nenek, yang gadis pun ada dan bisa keluar ASI-nya, padahal punya anak saja tidak," kata dr Utami.

(vit/up)