Saat Menyapih Anak, Jangan Kaget Jika Menghadapi Masalah Ini

Saat Menyapih Anak, Jangan Kaget Jika Menghadapi Masalah Ini

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 30 Okt 2013 12:31 WIB
Saat Menyapih Anak, Jangan Kaget Jika Menghadapi Masalah Ini
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi. Jika bayi Anda sudah tumbuh besar hingga usianya lebih dari 2 tahun, sementara Anda dan suami sepakat akan menyapihnya, terkadang ada beberapa masalah yang terjadi.

Dilansir Boldsky, Rabu (30/10/2013) berikut ini beberapa masalah yang umumnya dihadapi ibu ketika menyapih anaknya:

1. Anak susah makan
Saat menyapih, Anda pun mulai menambahkan makanan baru yang lebih beraneka ragam atau susu kemasan pada si kecil. Rasa jenis makanan baru akhirnya membuat anak memilih-milih makanan sehingga Anda butuh usaha ekstra saat menyuapinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Merengek ingin menyusu
Terkadang saat Anda tengah sibuk dengan pekerjaan atau justru sedang santai, si kecil bisa saja merengek atau bahkan menangis kencang karena ingin menyusu. Mengingat pertimbangan menyapih karena anak sudah cukup besar, Anda bisa saja menasihati atau mengalihkan perhatiannya.

3. Anak sakit perut
Ketika anak berada dalam proses penyapihan, beberapa makanan baru bisa saja menyebabkan masalah pencernaan. Memang makanan pendamping ASI sudah diberikan saat anak berusia lebih dari 6 bulan, namun semakin beranekanya makanan yang dikenalkan pada saat usia anak bertambah bisa saja menyebabkan anak sakit perut. Mungkin ini terjadi karena anak langsung banyak makan makanan berat.

4. Rewel
Tanpa sebab yang jelas, terkadang anak bisa menjadi rewel. Bisa jadi rewelnya anak-anak adalah bentuk ketidaksetujuan mereka saat disapih. Namun, dengan mengajaknya bicara dan tetap bersikap lembut, misalnya saat menyuapinya, itu akan mempermudah Anda menyapih si kecil.


Saat Tepat Menyapih Anak

Dokter anak, Jeanne-Roos Tikoalu, Sp menyebut sebetulnya tidak pernah ditegaskan kapan waktu sebaiknya seorang anak harus disapih. Sebab semua tergantung pada hubungan anak dengan ibunya. "Seorang anak yang siap dengan lingkungannya, seringkali usia 2 tahun/lebih, mendapat asupan makan sesuai dengan kebutuhannya dan keinginannya, lingkungan dan aktivitas hariannya sesuai dengan keinginannya, pasti perlahan dan pasti ia akan menyapihkan dirinya," tutur dr Jeanne.

Ada beberapa alasan mengapa seorang ibu ingin menyapih anaknya. Bisa jadi karena si anak dirasa sudah terlalu besar, misalnya sudah duduk di bangku SD, sehingga aktivitas harian ibu jadi agak terganggu. Meski demikian ada juga ibu yang tidak ingin menyapih anaknya. Agar tetap dekat dengan anak, ibu tetap mempertahankan aktivitas laktasi walaupun anak sudah berusia 3 tahun atau lebih.

"Kalau memang dengan berbagai macam alasan anak harus disapih, sebaiknya ibu sudah mempelajari waktu-waktu di mana anak menyusu pada ibu dan di waktu-wakjtu tersebut ibu bisa mengalihkan perhatian/keinginan anak untuk menyusu dengan aktivitas lain, misal dengan membacakan buku cerita bergambar atau bernyanyi sambil mendengarkan musik," terang dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat, ini.

dr Jeanne menjelaskan dengan memperpanjang waktu laktasi, maka produksi ASI sercara bertahap akan berkurang dan lama-lama akan berhenti. Terkadang anak sendiri yang menghentikan periode menyusunya apabila sang ibu hamil lagi. Sebab sering kali rasa ASI ibu akan berubah mengikuti usia kehamilan ibu dan anak akan merasa ASI tidak sesuai dengan keinginannya lagi.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads