"Dia itu sibuk tanya kalau lihat TV, misalnya kenapa kodok di TV bisa nyanyi. Setiap kali TV dinyalain, Alika tidak ngejogrok diam, tapi dia sibuk bertanya-tanya. Maka itu, dia harus selalu didampingi di sebelahnya," ujar Panda yang ditemui detikHealth usai peringatan Hari Diabetes Dunia yang digelar oleh PT Kalbe Farma Tbk di Lapangan Banteng, Jakarta, dan ditulis pada Senin (11/11/2013).
Saking ceriwisnya si Kecil, kadang Panda merasa agak terganggu juga. Apalagi jika dirinya sedang konsentrasi melakukan sesuatu. Namun dia sadar benar bahwa rentetan pertanyaan itu merupakan bagian dari rasa ingin tahu Alika. Sehingga Panda pun dengan senang hati menjawab pertanyaan-pertanyaan putrinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alika juga punya tayangan TV favorit, di mana tidak ada kata-kata di film tersebut, melainkan hanya suara binatang. Sejak awal Panda tidak khawatir kemampuan bicara putrinya bakal terganggu lantaran film tanpa kata-kata itu. Sebab dia dan suami selalu aktif mengajak bicara Alika.
"Saya yakin kalau didampingi, anak akan baik-baik saja. Biasanya yang dampingi ya saya, suami, atau neneknya. Orang tuanya memang lebih repot, tapi itu konsekuensi punya anak kan," imbuhnya.
Panda juga tidak mempercayakan sepenuhnya pengasuhan Alika kepada pengasuh. Pengasuh anak memang ada, tapi sifatnya hanya membantu. Keluarga terdekat selalu ada untuk mendampingi Alika saat orang tuanya sedang bekerja.
"Ada anak itu beda dengan dulu saat belum punya anak. Saya sekarang tidak ambil semua kerjaan. Kalau ada kerjaan dari pagi sampai subuh. Kalaupun ambil paling hanya 1-2 jam saja," kata Panda menutup pembicaraan.
(/up)











































