Minggu, 24 Nov 2013 11:46 WIB

Ini Pentingnya Orang Tua Mengetahui Aneka Pola Asuh Anak

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Masing-masing orang tua pasti memiliki cara tersendiri untuk membesarkan anak-anaknya, termasuk dalam masalah pola asuh apa yang diterapkan. Namun, kadang kala ada pula orang tua yang tidak menyadari pola asuh seperti apa yang sebenarnya mereka terapkan.

Menurut psikolog Dr. Rose Mini, M.Psi, sebenarnya penting bagi orang tua untuk mengetahui berbagai macam pola asuh anak. Sebab, Mengasuh anak menurut wanita yang akrab disapa bunda Romi ini, tidak sekadar merawat anak saja tapi juga memberi kasih sayang, mengasah bakat, dan juga mengajarkan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

"Mengetahui pola asuh memudahkan orang tua mengenali pola asuh yang tepat untuk anak sehingga bisa membantu memberi stimulasi pada multiple inteligent anak," kata perempuan yang akrab disapa Bunda Romi di sela-sela seminar 'Siap Cerdaskan si Kecil Sejak Dini' di Kuningan City, Jakarta, dan ditulis pada Minggu (24/11/2013).

Ia menambahkan pada dasarnya perkembangan anak dipengaruhi dua faktor yaitu nature, berupa pemberian dari Tuhan. Kemudian, nurture, faktor dari lingkungan misalnya pola asuh yang terdiri dari dua komponen yaitu kehangatan orang tua dan anak serta kontrol orang tua terhadap anak. Nah, seperti dijelaskan Bunda Romi, berikut ini macam-macam pola asuh orang tua pada anaknya:

1. Uninvolved atau kurang terlibat
Kedekatan orang tua dengan anak rendah. Begitu juga kontrol dari orang tua terhadap si anak. Orang tua cenderung menyerahkan semuanya pada anak dan membebaskan mereka. Orang tua cenderung mengabaikan emosi anak, secara materi dipenuhi tapi tidak ada kedekatan, cenderung sesuka anak.

2. Indulgent atau permisif
Kehangatan dengan orang tua tinggi tetapi kontrol orang tua terhadap anak rendah. Tidak ada aturan yang jelas, orang tua cenderung mengikuti kemauan anak. Sehingga, anak merasa dominan dan egois karena merasa menjadi bos.

3. Authoritarian atau otoriter
Kedekatan dengan anak tidak ada karena orang tua cenderung menjadi bos. Anak ketakutan, tidak berkembang, tertutup pada orang tua, dan selalu merasa cemas. Sebab, ketika akan mulai melakukan sesuatu, orang tua akan langsung melarang dengan keras.

4. Authoritative atau demokratis
Kontrol dan kehangatan orang tua terhadap anak tinggi. Dengan begitu, anak memiliki regulasi diri, dia tahu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Dalam keseharian, anak jadi ceria, percaya diri, dan terbuka pada orang tua.

(vit/up)