ADVERTISEMENT

Kamis, 05 Des 2013 18:01 WIB

Don't Worry to be a Mommy!

Si Kecil Tak Pernah Kenyang Menyusu? Bisa Jadi Growth Spurt Penyebabnya

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ketika menyusui, pernahkah Anda merasa si kecil selalu menangis, menyusu pada ibunya, dan sepertinya tak pernah kenyang? Anda pun akan berpikir bahwa 'ASInya enggak cukup' atau 'ASInya cuma keluar sedikit'. Nah, sebenarnya apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi?

Dalam bukunya yang berjudul 'Don't Worry to be a Mommy!', dr Meta Hanindita menuturkan bahwa kondisi ini disebut Growth Spurt alias percepatan pertumbuhan yang merupakan suatau fase di mana pertumbuhan bayi akan mengalami percepatan sehingga membutuhkan nutrisi lebih banyak dari biasanya.

"Kondisi ini normal terjadi pada bayi ASI atau non-ASI. Biasanya periode growth spurt akan berlangsung dua sampai tiga hari. Periode ini umumnya akan terjadi saat bayi berusia satu minggu, tiga minggu, enam minggu, satu bulan, tiga bulan, sampai enam bulan," tutur dr Meta dalam bukunya, seperti dikutip detiHealth, Kamis (5/12/2013).

"Dan ini masih akan berlangsung sampai si anak berusia remaja. Tapi bayi kan enggak tahu kalender ya, jadi bisa saja periode ini terjadi di luar umur tadi," imbuhnya.

Diakui dr Meta, growth spurt dapat memberi efek positif pada ibu yaitu bisa merangsang produksi ASI dan berat badan ibu pun akan menurun, berbanding terbalik dengan berat badan anak yang justru bertambah. Oleh karena itu, menurut lulusan Fakultas Kedokteran UNAIR ini sangat penting mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang ASI sebelum ibu memiliki bayi.

Nah, berikut ini tips yang dibagikan dr Meta untuk para ibu yang bayinya sedang mengalami Growth Spurt:

1. Makan banyak, jika perlu minta tolong pada suami atau anggkota keluarga untuk menyuapi karena ketika growth spurt, bayi akan sangat rewel dan tidak mau ditinggal sama sekali.
2. Sebaiknya jangan pakai ASI perah karena ASI akan mengikuti prinsip demand and supply. Semakin sering disusu, semakin banyak juga produksi ASInya. Jika ingin istirahat, Anda bisa menggunakan waktu ketika si bayi tidur.
3. Mintalah bantuan seseorang untuk memijat karena pada periode ini, bayi akan selalu 'menempel' ke sang ibu dan itu membuat tubuh pegal-pegal.
4. Bersabarlah dan nikmati setiap fase-fase perkembangan si kecil.



(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT