Menyusui tidak hanya bermanfaat untuk bayi, tetapi juga bagi ibu. Berdasar penelitian sebelumnya, diketahui bahwa menyusui dapat mencegah depresi pascakelahiran dan membuat ibu lebih langsing di kemudian hari. Kini penelitian telah menemukan lagi manfaat lain yang diperoleh apabila ibu menyusui sendiri bayinya.
Sebuah studi mengemukakan bahwa menyusui dapat menjauhkan wanita dari radang sendi, artritis, atau yang lebih akrab disebut rematik. Ibu yang memilih untuk menyusi bayi mereka berkemungkinan terkena radang sendi 50 persen lebih sedikit dibanding dengan ibu yang tidak menyusui.
Studi itu melibatkan 7.000 wanita dan telah dipublikasikan dalam jurnal Rheumatology. Dalam jurnal itu disebutkan bahwa menyusui, terutama dalam periode lama, dikaitkan dengan rendahnya risiko terkena radang sendi. Semakin panjang periode menyusui, semakin kecil kemungkinan wanita terkena radang sendi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkadang rasa sakit yang diakibatkan astritis amat dahsyat hingga menyebabkan seseorang sulit bergerak dan melakukan tugas sehari-hari. Penyakit tersebut menyerang lebih dari 580.000 orang di Inggris dan Wales, mayoritas penderitanya adalah wanita.
Ilmuwan menyelidiki sejarah menyusui para partisipan, yaitu wanita berusia 50 atau lebih yang berasal dari Cina Selatan. Mereka juga menguji apakah terdapat tanda-tanda artritis rematik pada wanita-wanita tersebut. Satu dari sepuluh wanita itu menderita radang sendi.
Wanita yang memiliki artritis pada umumnya mengalami obesitas dan cenderung tidak menyusui anak-anak mereka. Sedangkan wanita yang menyusui banyinya cenderung tidak mengalami radang sendi. Demikian diungkap para penulis studi dalam jurnal.
"Kami menemukan adanya hubungan antara lamanya durasi menyusui dengan semakin rendahnya risiko artritis rematik (RA) pada sampel yang besar ini, yang terdiri dari wanita paruh baya serta wanita lebih tua dalam populasi warga perkotaan di Cina Selatan," demikian tertulis dalam jurnal.
"Ini merupakan studi pertama yang menunjukkan hubungan antara menyusui dengan rendahnya risiko RA pada populasi China, yang mana menyusui merupakan hal yang lebih biasa dan umum dilakukan dibanding di negara-negara Barat."
Data terbaru dari National Health Service menunjukkan bahwa hampir tiga per empat ibu muda di Inggris mulai menyusui bayinya setelah melahirkan. Namun, enam bulan kemudian jumlah itu tinggal setengahnya saja.
(/)










































