Anak-anak sering mendapat kebahagiaan absurd ketika mengendarai kereta belanja di supermarket. Mereka sangat senang ketika troli belanjaan melaju cepet menyusuri lorong. Tapi awas, lengah sejenak saja, hal buruk bisa menimpa anak.
Berdasar studi terbaru, tiap tahunnya lebih dari 24.000 anak mengalami cedera karena duduk di atas kereta belanja. Menurut penelitian itu, tidak ada manfaat yang didapat jika anak duduk di atas kereta belanja. Demikian dikutip dari Medical Dialy, Jumat (24/1/2014).
Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) telap menetapkan standar keamanan kereta belanja sejak 2004 lalu. Standar itu meliputi persyaratan pemberian label, persyaratan sistem penahan, dan metode pengujian. Meski telah dielangkapi sistem keamanan ekstra, studi menemukan bahwa jumlah rata-rata cedera tahunan akibat kereta belanja terus saja meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayoritas penyebab kecelakaan itu, atau sebanyak 70,4 persen, adalah karena anak terjatuh dari troli. Pada 78 persen kasus, anak-anak itu mengalami luka pada bagian kepala. Demikian menurut rilis pers penelitian. Sedang penyebab lain adalah karena mereka berlari mengejar kereta belanja, kereta belanja terguling, atau karena ada bagian tubuh yang terjebak.
"Grup yang paling kami perhatikan adalah anak-anak di bawah lima tahun," ujar pimpinan penulis studi, Gary Smith, kepala Center for Injury Research and Policy di Nationwide Children’s Hospital.
Sebanyak 85 persen korban merupakan anak di bawah empat tahun. Menempatkan mereka dalam risiko sebesar itu menyebabkan efek yang lebih buruk. Mereka lebih berisiko tinggi mengalami gegar otak dibanding anak-anak yang lebih tua, apalagi jika pernah mengalami cedera kepala sebelumnya.
Studi lain yan dirilis Juni tahun lalu menemukan bahwa remaja berusia 11 hingga 22 tahun yang pernah beberapa kali mengalami benturan di kepala akan pulih lebih lama, sekitar 35 hari. Sementara itu studi lain menemukan bahwa anak-anak yang pernah cedera atau gegar otak berpeluang dua kali lebih besar mengalami depresi.
"Ini waktunya untuk bertindak melindungi anak melalui pengetatan standar keselamatan kereta belanja, dengan persyaratan-persyaratan yang lebih efektif mencegah (anak) terbentur ujung atau jatuh dari kereta belanja," tegas Smith dalam rilis pers.
Anak-anak tidak tahu bahaya yang mengintai ketika mereka bermain-main dengan troli belanja. Oleh karenanya, penting bagi orangtua untuk memahami bahwa kereta belanja bisa menjadi penyebab kecelakaan yang serius. Orang tua harus terus melakukan pengawasan ketat, paling tidak sampai desain kereta belanja yang lebih aman berhasil dibuat.
Teruntuk orang tua, Center for Injury Research and Policy menyarankan beberapa tindakan pencegahan logis.
1. Sebisa mungkin, cari alternatif selain meletakkan anak dalam kereta belanja.
2. Jangan meletakkan dudukan anak di atas kereta belanja. Jika anak belum cukup usia untuk bisa duduk tegak di bagian dudukan troli, jangan biarkan anak masuk ke troli.
3. Selalu gunakan tali pengaman kereta belanja.
4. Perhatikan pergerakan anak ketika ia duduk di dalam troli.
5. Jangan pergi terlalu jauh dari kereta dorong sementara anak ada di dalamnya. (/)











































