Banyak Bayi Dibuang, China Dirikan Pulau Khusus Penampung Bayi

Banyak Bayi Dibuang, China Dirikan Pulau Khusus Penampung Bayi

- detikHealth
Rabu, 05 Feb 2014 13:45 WIB
Banyak Bayi Dibuang, China Dirikan Pulau Khusus Penampung Bayi
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sungguh tega orang tua yang membuang anaknya hanya karena memiliki gender tertentu atau cacat. Yang paling ekstrem mungkin di China, karena ada kebijakan setiap pasangan di negara itu hanya boleh punya satu anak, akibatnya kasus bayi buangan di China lumrah adanya.

Seperti halnya Fangfang. Bayi mungil ini baru berusia beberapa hari ketika ia dibuang oleh orang tuanya di China bagian utara. Saat itu menjelang tahun baru dan ia hanya ditaruh di dalam sebuah tas tangan.

Namung Fangfang terbilang beruntung karena tak seperti bayi-bayi lainnya yang dibuang di stasiun atau toilet. Keluarganya meninggalkan bayi tak berdosa ini di sebuah penampungan yang hangat dan aman. Dimanakah itu?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata lusinan bayi di China diam-diam telah ditempatkan di sebuah penampungan khusus bayi-bayi yang tak diinginkan. Tempat semacam pulau ini sengaja disediakan oleh pemerintah sejak tahun lalu.

"Kami perlu membangun pulau-pulau seperti ini untuk melindungi anak-anak dari bahaya," tutur Zhang Min, kepala salah satu penampungan bayi buangan di utara Tianjin, di mana Fangfang ditemukan seperti dilansir Health24, Rabu (5/2/2014).

Zhang Min pun memastikan bayi-bayi yang 'dibuang' ke pulau itu ditempatkan di dalam sebuah ruangan yang nyaman dengan dinding berwarna pink, ayunan dan inkubator.

Masalah semacam ini bukannya tidak menjadi perhatian publik. Berbagai media di China kerap melaporkan tentang banyaknya bayi-bayi yang baru lahir dan dibuang di sana. Masalah yang diklaim berakar dari ketidaktahuan para ibu muda jika mereka mengandung, kelahiran bayi-bayi perempuan yang tidak diinginkan dalam masyarakat atau kebijakan pengaturan keluarga yang ketat di China.

Dalam satu kasus pernah dikabarkan seorang bayi di tempat sampah di pinggiran Beijing dalam keadaan sudah meninggal dunia. Di belahan China lain seorang petugas PMK di China timur berhasil menyelamatkan seorang bayi yang baru lahir namun dibuang ibunya ke pipa pembuangan rumahnya.

Jumlah bayi yang tinggal di panti asuhan karena dibuang keluarganya di China sebenarnya cenderung menurun sejak tahun 2005, namun pemerintah memperkirakan hampir 10.000 bayi dilaporkan masuk panti asuhan tiap tahunnya karena kasus serupa. Kendati ada juga bayi buangan yang diadopsi tak resmi dengan jumlah yang tak diketahui.

Belum lagi secara kultural masyarakat China cenderung memilih keturunan laki-laki sehingga ketika pemerintah memaksa setiap keluarga agar hanya punya satu anak, banyak pasangan yang memastikan bahwa anak yang mereka miliki berjenis kelamin laki-laki dan bila anak perempuan yang lahir, mereka pun terpaksa membuangnya.

Namun belakangan bayi yang dibuang tak hanya bayi perempuan tapi juga laki-laki, dan biasanya mereka mengalami sakit parah atau cacat. Seperti halnya Fangfang, bayi pertama yang ditinggalkan di luar penampungan Tianjin ini mengidap down syndrome dan gangguan jantung bawaan.

Pemerintah mengaku mendirikan penampungan bayi ini memang karena melihat begitu banyak bayi buangan yang mengidap sakit kronis dan cacat sehingga memerlukan penanganan medis secepatnya. "Anak yang lahir cacat bisa saja meninggal jika kita terlambat 10 menit saja untuk menanganinya," tutur Ji Gang, salah satu staf dari China Centre for Children's Welfare and Adoption.

Melihat hal ini, seorang pakar kesejahteraan sosial, Wang Zhenyao mengatakan ini sebenarnya bukan semata masalah kurangnya wawasan tentang kesehatan reproduksi di masyarakat atau one child policy dari pemerintah, tapi China juga bermasalah dalam mengelola kesejahteraan masyarakatnya.

"Bila sudah benar, banyak orang tua yang takkan membuang anaknya begitu saja dan kita mungkin tak perlu membangun begitu banyak penampungan untuk bayi (yang tak diinginkan," tegasnya.



(lil/vit)

Berita Terkait